Salin Artikel

Pertama dalam Sejarah, Utang AS Capai Rp 308.000 Triliun

Pernyataan harian Kementerian Keuangan AS pada Selasa (12/2/2019) menunjukkan utang nasional telah berada di angka 22,01 triliun dollar AS, atau Rp 308.872.

Dilaporkan New York Post, sebagai perbandingan, utang AS mencapai 19,95 triliun dollar AS, sekitar Rp 279,954 triliun, ketika Presiden Donald Trump dilantik pada Januari 2017.

Utang itu meningkat sejak Trump memperkenalkan paket kebijakan pemotongan pajak 1,5 triliun dollar AS, atau Rp 21.046 triliun.

Kemudian tindakan Kongres AS pada tahun lalu untuk meningkatkan anggaran belanja di sektor domestik serta program militer.

USA Today memberitakan, AS menambah utang baru 1 triliun dollar AS, atau Rp 14.033 triliun, dalam 11 bulan terakhir.

Michael Peterson, kepala lembaga think tank tanggung jawab fiskal Yayasan Peter G Peterson berkata, angka terbaru itu merupakan peringatan.

Menurut Peterson, mencapai angka 22 triliun dollar AS menunjukkan kondisi fiskal negara tidak sekadar tak berkelanjutan, namun mengalami percepatan.

"Utang nasional kami yang semakin meningkat memberi permasalahan karena bisa mengancam masa depan ekonomi setiap warga Amerika," terangnya.

Peterson menjelaskan, bunga utang Negeri "Uncle Sam" saja mencapai 1 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 14 triliun, setiap harinya.

"Jika kami meminjam triliun demi triliun lagi, maka suku bunganya membebani ekonomi, dan menyulitkan pendanaan investasi di masa depan," papar Peterson.

Utang nasional juga bisa menyulitkan pemerintah menangkal resesi di masa depan maupun fokus kepada program yang membantu orang miskin.

Utang nasional merupakan total defisit anggaran tahunan AS. Kantor Anggaran Kongres AS (CBO) mematok defisit tahun ini mencapai 897 miliar dollar AS, atau Rp 12.581 triliun.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan 15,1 persen dibanding defisit 2017 yang mencapai 779 miliar dollar AS, atau Rp 19.925 triliun.

CBO memproyeksikan kenaikan defisit itu bakal terus meningkat, dan berada di titik 1 triliun AS pada awal 2022, dan tidak turun selama 2029.

Kebanyakan dari defisit tersebut dilaporkan berasal dari tingginya pendanaan keamanan sosial dan jaminan medis generasi Baby Boomers yang pensiun.

Tim ekonomi Trump bersikukuh pemotongan pajak pada akhirnya bakal terbayar dari pertumbuhan ekonomi yang cepat.

Namun, argumentasi tersebut ditolak oleh kalangan ekonom baik dari sayap kiri maupun kanan.

https://internasional.kompas.com/read/2019/02/13/08445781/pertama-dalam-sejarah-utang-as-capai-rp-308000-triliun

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.