Salin Artikel

Ajak Peduli Lingkungan, Bar di Tokyo Dibangun di Samping Pengolahan Sampah

Dilansir dari South China Morning Post, tempat pembakaran sampah itu bernama Musashino Clean Center.

Bar ini didirikan dengan harapan agar para pengunjung dapat menyadari sampah yang dihasilkan dari kegiatan konsumsi sehari-hari mereka, kemudian mengubah perilakunya.

Jadi, sembari menikmati minuman yang tersaji, pengunjung akan menikmati pengalaman berbeda dengan menyaksikan setumpuk sampah di sampingnya diaduk-aduk dan diangkat menggunakan alat sejenis capitan besar kemudian dibakar.

Beragam jenis sampah ada di sana, mulai dari tas belanja, pakaian bekas, barang-barang rumah tangga, hingga plastik berbagai ukuran dan jenis.

Sebagian besar pengunjungnya adalah para pemuda yang memilih tempat-tempat tidak biasa untuk minum selepas bekerja.

Salah satu pengunjung, Tomioka, mengaku terkejut menyaksikan remahan sampah beterbangan dari balik kaca. Ia membawa serta kedua anaknya yang berusia 6 tahun dan 4 tahun.

"Ada jenis-jenis sampah yang tidak bisa dibakar sama sekali. Sampah itu harus ditumpuk di suatu tempat, yang berarti semacam warisan buruk dari generasi kita," kata Tomioka.

Bar ini merupakan milik salah satu pejabat setempat. Ia ingin mempromosikan fasilitas canggih pengolahan sampah dan mengajak masyarakat luas bepikir tentang akhir dari limbah yang mereka hasilkan.

Selama ini, masyarakat Jepang sudah dibiasakan memilah limbah yang mereka hasilkan berdasaran jenisnya. Selain itu masyarakat juga harus membayar tiap kantung sampah yang akan diangkut oleh petugas.

Namun, hal itu dinilai belum efektif. Untuk itulah bar dengan konsep langka ini dibuka.

Dengan melihat jumlah sampah yang besar, diharapkan akan lebih memberikan efek psikologis kepada masyarakat.

Benar saja, banyak orang yang terkejut melihat tumpukan sampah di sampingnya.

Tomioka mengaku selama ini sudah mematuhi proses pengelolaan sampah yang dianjurkan, akan tetapi muncul niat lain setelah berkunjung ke Gomi Pit ini.

"Saya ingin mengurangi konsumsi saya. Saya suka memasak, bagi saya itu adalah hobi favorit saya. Mulai sekarang saya akan mencoba untuk meminimalasi limbah makanan. Itu keputusan saya setelah melihat ini," kata Tomioka.

Gomi Pit hanya dibuka sementara waktu, namun Musashino Clean Center bisa dikunjungi sepanjang tahun.

Bagi pengunjung yang bukan berasal dari Jepang, jangan khawatir karena informasi tertulis dalam bahasa Jepang dan Inggris.

https://internasional.kompas.com/read/2019/01/29/19175061/ajak-peduli-lingkungan-bar-di-tokyo-dibangun-di-samping-pengolahan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.