Salin Artikel

Tuduh AS Serukan Kudeta, Presiden Venezuela Tinjau Hubungan Diplomatik

Pernyataan itu dia sampaikan setelah Wakil Presiden AS Mike Pence terang-terangan memberikan dukungan bagi kelompok oposisi Venezuela.

Dalam kicauannya di Twitter seperti dilansir AFP Selasa (22/1/2019), Pence menyebut Maduro sebagai diktator yang tidak punya legitimasi kekuasaan.

Pence berkata, Maduro merupakan sosok yang tidak segan memenjarakan siapapun yang menentangnya. Karena itu, dia menyerukan agar rakyat Venezuela mulai bersuara.

"Atas nama rakyat Amerika: estamos con ustedes. Kami bersama kalian hingga demokrasi dipulihkan, dan kalian mendapatkan kebebasan," ujarnya.

"Belum pernah ada seorang pejabat tinggi sebuah negara memberikan dukungan bagi oposisi untuk menggulingkan pemerintah," kecam Maduro.

Wapres Venezuela Delcy Rodriguez dalam wawancara di televisi berujar dia tidak akan membiarkan AS mencampuri urusan internal mereka.

"Pulanglah Yankee! Saya tidakan membiarkan kalian mengintervensi terlalu dalam urusan di dalam tanah air kami," tegas Rodriguez.

Sementara Menteri Komunikasi Jorge Rodriguez menyebut AS telah memerintahkan "teroris" untuk melakukan aksi yang berujung bentrokan.

Ucapan Pence itu muncul 24 jam setelah sekelompok tentara di pos utara Caracas merilis video berisi niat untuk melancarkan pemberontakan.

Mereka kemudian menyerah dan ditangkap setelah markas komando mereka dikepung oleh polisi dan unit militer lain, dengan total 27 tentara dibekuk.

Namun suara mereka didengar, dengan organisasi Social Conflict Observatory melaporkan ada aksi unjuk rasa anti-Maduro di 30 lokasi seantero ibu kota.

Jorge Rodriguez menjelaskan, para tentara yang ditangkap itu mengaku mencuri senjata dari gudang dan diserahkan kepada aktivis oposisi.

"Mereka mencurinya supaya aktivis itu bisa melancarkan serangan yang mampu melukai dan membunuh warga lainnya berdasar seruan Wapres AS itu," kecamnya.

Saalh satu kawasan yang menjadi lokasi demonstrasi adalah Los Mecedores di mana polisi menembakkan gas merica untuk membendung pengunjuk rasa.

"Maduro lengser! Itulah yang dikatakan para demonstran. Suasananya sangat mengerikan," ujar warga setempat bernama Dinora de Longa.

Warga berusia 60 tahun itu harus mengungsikan cucunya di kamar mandi ketika polisi mulai menembakkan gas air mata ke arah demonstran.

Venezuela saat ini tengah menderita krisis ekonomi terparah dalam sejarah modern dengan resesi selama empat tahun terakhir.

Kebutuhan dasar seperti makanan hingga obat-obatan mengalami kekurangan setelah inflasi diprediksi bakal mencapai 10 juta persen pada 2019 ini.

https://internasional.kompas.com/read/2019/01/23/09411901/tuduh-as-serukan-kudeta-presiden-venezuela-tinjau-hubungan-diplomatik

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.