Salin Artikel

Filipina Turunkan Usia Kriminal Anak Jadi Sembilan Tahun

Komite Majelis Peradilan menyetujui rancangan Undang-Undang Keadilan dan Kesejahteraan Remaja melalui pemungutan suara dengan perbandingan 9-1 pada Senin (21/1/2019).

Dalam pertemuan tertutup selama sekitar satu jam dengan pembicara Gloria Macapagal-Arroyo, yang berkomitmen untuk mendorong lolosnya rancangan undang-undang yang "mendukung" permintaan dari Presiden Rodrigo Duterte.

Presiden Duterte, pada satu kesempatan sempat menyampaikan bahwa usia minimum untuk seseorang didakwa di peradilan harus diturunkan, tanpa menyebut usia tertentu.

"Itu menjadi panggilan terhadap Kongres, karena Kongres lah yang akan membuat undang-undang. Presiden tidak secara khusus menyebutkan usia sembilan tahun. Hanya menurunkan saja."

"Kami tidak mempertanyakan kebijaksanaan anggota parlemen. Ini merupakan keputusan mereka," kata juru bicara kepresidenan, Salvador Panelo, Senin (21/1/2019), seperti dikutip Manila Bulletin.

Panelo menambahkan, dengan perkembangan teknologi saat ini, seorang anak berusia sembilan tahun sudah dapat memahami seperti halnya anak usia 12-15 tahun.

"Dari sudut pandang presiden, hukum saat ini telah dimanfaatkan pelaku kriminal untuk memanfaatkan anak-anak."

"Jadi menurut saya, presiden ingin agar amandemen dapat melindungi anak-anak," ujar Panelo, yang juga adalah penasihat hukum kepresidenan.

"Jika Anda memiliki undang-undang yang akan mengkriminalisasi kelompok anak-anak di usia itu, para pejahat tidak akan menggunakannya lagi karena itu akan sia-sia," tambahnya.

Pendapat serupa juga disampaikan Ketua Komite Peradilan Doy Leachon, yang menilai penurunan usai kriminal justru akan melindungi anak-anak.

"Sudah saatnya meloloskan RUU itu untuk melindungi anak-anak agar tidak digunakan oleh sindikat kriminal untuk menghindari hukuman," ujarnya seperti dikutip CNN.

Dukungan akan penurunan usai kriminal juga disampaikan pihak kepolisian yang mengatakan bahwa anak-anak dari usia 10 tahun telah digunakan sebagai kurir narkoba.

Sementara itu, kelompok-kelompok hak asasi manusia mengecam keputusan parlemen Filipina itu.

Seorang juru bicara mengatakan bahwa hukum akan menempatkan kegagalan institusi yang seharusnya melindungi anak-anak.

https://internasional.kompas.com/read/2019/01/22/20282801/filipina-turunkan-usia-kriminal-anak-jadi-sembilan-tahun

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.