Salin Artikel

Perintah Pertama Presiden Xi kepada Militer China di 2019: Bersiaplah untuk Perang

Perintah tersebut disampaikan Xi dalam pidatonya pada pertemuan pejabat tinggi Komisi Militer Pusat (CMC), yang pertama di tahun 2019.

"Seluruh unit militer harus dapat memahami dengan benar tren keamanan dan pembangunan nasional utama, serta memperkuat kesadaran terhadap kesulitan, krisis, serta pertempuran yang tidak terduga," ujar Xi dalam pidato yang disiarkan televisi nasional, Jumat (4/1/2019) tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Xi juga telah menandatangani perintah militer pertamanya di 2019, yang mana akan memulai satu tahun pelatihan militer yang ditingkatkan.

"Angkatan bersenjata China harus bersiap untuk perjuangan militer yang luas dari titik awalan yang baru."

"Persiapan untuk peperangan dan pertempuran harus diperdalam demi memastikan respons yang efisien dalam kondisi darurat," ujar Xi.

Xi Jinping secara konsisten mendorong PLA untuk meningkatkan kesiapan tempurnya sejak mengambil alih jabatan presiden dan Komisi Militer Pusat, pada akhir 2012.

Awal pekan ini, PLA Daily, surat kabar resmi militer China, menuliskan dalam tajuk rencananya bahwa tidak ada waktu untuk mengendur dalam persiapan perang.

Sementara CMC, telah mengeluarkan pedoman dalam peningkatan moral dengan mengatakan, personil militer akan mendapat promosi berdasarkan prestasi. Serta menjanjikan keringanan hukuman yang lebih besar dan pemahaman atas kesalahan yang dibuat selama pelatihan.

Menurut laporan yang disampaikan media penyiaran negara, CCTV, komando militer yang ditandatangani Xi memprioritaskan pada peningkatan pelatihan dengan fokus pada persiapan menghadapi pertempuran, latihan, inspeksi pasukan, dan latihan perlawanan.

Perintah tersebut berlaku untuk seluruh unit PLA, termasuk pasukan, akademi, dan polisi bersenjata.

"Serta dirancang untuk memastikan bahwa tantangan baru dapat terpenuhi dan pertempuran dapat dimenangkan," tulis salinan pedoman yang terlihat dalam laporan televisi.

Sebelumnya, disampaikan Xi dalam pidato di awal tahun, bahwa penyatuan kembali China dengan Taiwan adalah sebuah fakta yang tidak terhindarkan.

Presiden yang berkuasa sejak Maret 2013 itu memberikan opsi penyatuan yang berbasis kepada pendekatan "satu negara, dua sistem".

Dengan pendekatan tersebut, maka Xi menjamin keselamatan maupun kemakmuran dari masyarakat Taiwan yang disebutnya kompatriot.

Pendekatan satu negara dua sistem itu diterapkan seperti Hong Kong ketika Inggris mengembalikan pulau itu kepada Beijing pada 1997.

Namun dia menuturkan tetap tidak akan meninggalkan pilihan untuk menyatukan Taiwan dengan kekuatan militer.

https://internasional.kompas.com/read/2019/01/05/16464381/perintah-pertama-presiden-xi-kepada-militer-china-di-2019-bersiaplah

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.