Salin Artikel

Di Sinilah, Prajurit Persemakmuran Terakhir yang Tewas di Perang Dunia I Dimakamkan

Namun, pemakaman Saint Symphorien menyimpan sejarah tersendiri karena di situlah prajurit Inggris pertama dan terakhir yang tewas pada Perang Dunia I dimakamkan.

Tempat ini memang tak seternama lokasi pertempuran besar lain seperti di Ypres, Belgia atau Vimy dan Verdun di Perancis.

Namun, pemakaman ini menjadi simbol pengorbanan ribuan prajurit Inggris yang mempertahankan kota Mons pada 1914 dan para prajurit Kanada yang merebutnya di akhir perang.

Dan di sekitar peringatan 100 tahun berakhirnya Perang Dunia I, pemakaman ini menjadi salah satu lokasi yang banyak dikunjungi para pecinta sejarah di seluruh dunia.

Pada Jumat (9/11/2018), PM Inggris Theresa May akan memberikan penghormatannya di tempat itu dan sehari setelahnya Gubernur Jenderal Kanada Julie Payette.

Pemakaman itu juga menyimpan keunikan lain karena tak hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir para parjurit Persemakmuran tetapi juga 500 orang tentara Jerman

"Pemakaman ini menjadi sebuah tempat penting bagi para peneliti Inggris dan Kanada yang meneliti Perang Dunia I," kata sejarawan Belgia, Corentin Rousman.

Kebetulan, pemakaman ini juga menjadi tempat prajurit Inggris pertama yang tewas, John Parr dan yang terakhir, George Ellison.

John Parr, putra seorang tukang susu dari North Finchley, London berbohong soal usianya saat bergabung dengan Resimen Middlesex pada 1912 saat berusia 15 tahun.

Pada 21 Agustus 1914, John tewas setelah tepergok pasukan kavaleri Jerman saat sedang melakukan pengintaian.

Sedangkan, George Ellison berasal dari Leeds, wilayah utara Inggris dan selamat dari sejumlah pertempuran besar dalam Perang Dunia I.

Dia tewas di Mons pada hari terakhir perang dalam usia 40 tahun.

Berada di samping pusara George Ellis terdapat makam seorang prajurit Kanada yang nasibnya setragis Ellis.

George Prince (26) tewas ditembak sniper Jerman di desa Ville-sur-Haine dekat Mons pada pukul 10.58 pada 11 November 1918. 

Prince tewas hanya dua menit sebelum gencatan senjata efektif berlaku dan menjadi prajurit terakhir negara Persemakmuran terakhir yang gugur.

Sejarawan Corentin Rousman menambahkan, Jerman sudah memakamkan para prajuritnya yang gugur di pemakaman itu sejak 1916 saat perang masih berkecamuk.

Seorang warga Belgia pemilik tanah tersebut, saat itu bersedia memberikan lahannya untuk pemakaman prajurit Jerman yang tewas.

Namun, dia meminta agar prajurit Inggris yang tewas di medan tempur yang sama diizinkan dimakamkan di tempat yang sama.

"Pesan simbolisnya adalah: musuh di kehidupan, bersatu dalam kematian," tambah Rousman.

Pada Minggu, selain makam ini akan dikunjungi para pemimpin dunia, para penggemar sejarah dari Inggris dan Kanada sudah terlebih dulu berada di sana.

Salah satunya David Scheel (59) dari Ottawa, Kanada. Dia bersama temannya berada di Belgia untuk merayakan 100 tahun berakhirnya Perang Dunia I.

"Kami menghormati mereka yang bertempur dan gugur untuk mempertahankan cara hidup kami," kata Scheel mengenang kisah tentang paman buyutnya yang tewas dalam perang.

Pemerintah setempat memperkirakan 25.000 dari berbagai negara mengunjungi pemakaman Saint Symphorien setiap tahunnya.

https://internasional.kompas.com/read/2018/11/08/14380491/di-sinilah-prajurit-persemakmuran-terakhir-yang-tewas-di-perang-dunia-i

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.