Salin Artikel

Cari Jurnalis yang Hilang, Turki Akan Geledah Konsulat Arab Saudi

Permintaan Ankara ini diajukan setelah kementerian luar negeri memanggi duta besar Arab Saudi untuk kedua kalinya pada Jumat (5/10/2018), terkait hilangnya kontributor The Washington Post itu.

Sumber diplomatik Turki mengatakan, duta besar Saudi sudah bertemu dengan Menteri Luar Neteri Sedat Onal.

"Duta besar diberitahu bahwa kami meminta kerja sama penuh dalam investigasi ini," ujar sumber itu.

Sementara itu, para pengunjuk rasa berkumpul di luar gedung konsulat Saudi sambil membawa spanduk berbunyi "kami tidak akan pergi tanpa Jamal Khashoggi".

Tawakkol Karman, aktivis Yaman dan peraih Nobel Perdamaian 2011, mengatakan bahwa jika kabar Khashoggi tewas dibunuh benar adanya maka itu merupakan sebuah kejahatan yang amat buruk.

"Membunuh dia sama dengan membunuh kami. Kebijakan ini merupakan sebuah kebijakan teror. Tak ada bedanya antara teror yang dilakukan negara dan teror lainnya," ujar Tawakkol.

Pekan lalu, Khashoggi pergi ke konsulat Saudi untuk mengambil sejumlah dokumen yang diperlukan untuk menikahi tunangannya yang asal Turki.

Kepolisian Turki mengatakan, setelah masuk ke dalam gedung konsulat Jamal Khashoggi tak terlihat meninggalkan bangunan tersebut.

Belakangan muncul kabar pria berusia 59 tahun itu sudah dibunuh di dalam gedung konsulat. Tuduhan ini dibantah dan disebut sebagai tak berdasar

Sebelumnya, kepada Blommberg di Riyadh putra mahkota Pangeran Mohammed bin Salman mengatakan, siap membantu aparat Turki yang akan melakukan pencarian di gedung milik Saudi itu.

"Kami akan mengizinkan mreka masuk dan melakukan pencarian. Jika mereka meminta izin, tentu saja kami akan mengizinkan. Kami tak menyembunyikan sesuatu," kata Pangeran Salman pada Jumat (5/10/2018).

Sebagai jurnalis, Jamal Khashoggi dikenal amat kritis terhadap kebijakan sang pangeran dan intevensi Saudi dalam Perang Yaman.

Khashoggi bahkan pernah membandingkan pangeran berusia 33 tahun itu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam kolomnya di harian The Washington Post pada November 2017.

"Saat ini, saya ingin mengatakan Mohammed bin Salman bertindak seperti Putin. Dia menjalankan keadilan secara pilih-pilih," demikian tulis Khashoggi dalam kolomnya.

"Pemberangusan terhadap kritik membangun, tuntutan kesetiaan penuh atau 'yang lain', menjadi tantangan serius bagi sang pangeran yang ingin dipandang sebagai pemimpin modern dan tercerahkan," lanjut Khashoggi.


https://internasional.kompas.com/read/2018/10/08/21373521/cari-jurnalis-yang-hilang-turki-akan-geledah-konsulat-arab-saudi

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.