Salin Artikel

Dituduh Memata-matai Kamboja, Sineas Asal Australia Dipenjara Enam Tahun

Usai menggelar persidangan dalam enam hari, Hakim Seng Leang memutuskan bahwa James Ricketson (69) telah bersalah atas dua tuduhan tindakan spionase, Jumat (31/8/2018).

Ricketson dipenjara sejak penangkapannya pada Juni 2017 lalu setelah dia menerbangkan sebuah drone atau perangkat pesawat nirawak di atas aksi unjuk rasa yang digelar kelompok oposisi pemerintah dari Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP).

Partai oposisi tersebut dibubarkan pemerintah Kamboja beberapa bulan berselang usai aksi unjuk rasa.

Setelah pembubaran CNRP tersebut, Perdana Menteri Hun Sen melihatnya sebagai jalan untuk membersihkan jajaran di parlemen dalam pemilu nasional di bulan Juli.

"Kami telah memutuskan untuk menjatuhkan hukuman enam tahun penjara atas tuduhan spionase dan mengumpulkan informasi yang dapat membahayakan pertahanan nasional," kata Hakim Seng Leang.

Jaksa menuduh Ricketson bekerja sebagai pembuat film di Kamboja selama bertahun-tahun sebagai kedok untuk tindakan mata-matanya.

"Tidak bisa dipercaya, negara mana yang saya mata-matai?" kata Ricketson menanggapi keputusan pengadilan dilansir AFP.

Pengacara Ricketson, Kong Sam Onn, mengatakan pihaknya berencana untuk mengajukan permohonan pengampunan dari Raja Kamboja.

Awal pekan ini, sebanyak 14 anggota parlemen oposisi dan aktivis yang dipenjara sebelum pemilihan, telah dibebaskan usai mengirimkan surat permintaan maaf kepada Perdana Menteri yang kemudian diteruskan ke raja.

Putra Ricketson, Jesse, mengaku tidak bisa berkomentar apakah surat permintaan maaf kepada Hun Sen akan membawa kebebasan bagi ayahnya.

Phil Robertson dari organisasi Human Rights Watch (HRW) turut mengecam keputusan pengadilan Kamboja yang menjatuhkan hukuman penjara kepada Ricketson dan menyebut ada sesuatu yang salah dalam sistem peradilan di negara itu.

Ini bukan kali pertama Ricketson bermasalah dengan hukum di Kamboja. Pada 2014, dia dijatuhi hukuman dua tahun penjara yang ditangguhkan atas tuduhan mengancam sebuah gereja telah menjual anak-anak.

Dua tahun kemudian, dia didenda setelah pengadilan memutuskannya bersalah telah mencemarkan nama baik organisasi non-pemerintah anti-pedofil dan menuduhnya memanipulasi saksi.

https://internasional.kompas.com/read/2018/08/31/20330891/dituduh-memata-matai-kamboja-sineas-asal-australia-dipenjara-enam-tahun

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.