Salin Artikel

Kisah Putri Alice, Sembunyikan Keluarga Yahudi dari Kekejaman Nazi

Makam tersebut merupakan tempat peristirahatan terakhir nenek buyutnya, Putri Alice.

Putri Alice adalah ibu dari Pangeran Philip, suami Ratu Elizabeth II. Dia begitu dihormati oleh negara Israel atas jasanya menampung keluarga Yahudi di Athena pada masa Perang Dunia II.

Putri Alice membantu keluarga Rachel Cohen. Saat itu, Nazi menduduki Athena pada September 1943, menyusul menyerahnya Italia terhadap Sekutu.

Rachel, seorang janda, dan lima anaknya frustasi mencari tempat pengungsian. Namun, Putri Alice mau menolong keluarga tersebut.

Lahir tunarungu

Putri Alice lahir di Windsor pada 1885, dan menikah dengan Pangeran Yunani bernama Andrew. Dengan begitu, dia menjadi Putri Andrew dari Yunani.

Cicit Ratu Victoria ini terlahir dalam kondisi tunarungu. Dia dibuang ke pengasingan, ketika keluarga kerajaan Yunani digulingkan.

Meski memiliki kekurangan, Putri Alice belajar bahasa isyarat dan kemudian dapat lancar berbahasa Inggris, Jerman, dan Yunani.

Pada Perang Dunia I, dia ikut dalam pelayanan menjadi perawat militer dan dianugerahi penghargaan Palang Merah yang diserahkan oleh Raja George V atas kinerjanya.

Dia memiliki lima anak, dan yang termuda adalah Pangeran Philip, yang lahir pada 1921.

Pada usia 45 tahun, dia dirawat di fasilitas medis jangka panjang di Swiss karena menderita skizofrenia.

Putri Alice dan Pangeran Andrew memang tidak bercerai, namun dia meningggalkan istrinya. Selama Putri Alice tidak pernah muncul ke publik, Philip hidup sebatang kara dan tidak memiliki rumah.

"Philip menghabiskan waktu liburan sekolah asrama dengan saudaranya, termasuk pamannya Lord Louis Mountabatten," tulis Daily Mail.

Putri Alice hidup sendirian ketika dia terjebak di Yunani yang diduduki oleh Nazi pada 1941.

Putri Alice membagikan makanan itu kepada mereka yang lebih membutuhkan.

Dari momen itulah, dia berani menyembunyikan keluarga Yahudi di rumahnya.

Tinggal di Inggris

Setelah Raja Konstantinus II dari Yunani digulingkan dan milter berkuasa pada 1967, Pangeran Philip membawa ibunya ke Istana Buckingham. Dia wafat dua tahun kemudian.

Jasadnya tetap dimakamkan di Istana Windsor, sampai akhirnya sang putra mewujudkan impiannya untuk dikebumikan di Yerusalem.

Atas aksi beraninya menolong keluarga Yahudi, Putri Alice mendapat julukan "Pahlawan Holocaust" oleh pemerintah Inggris.

"Philip tersayang, jadilah berani, dan ingat, ibu tidak akan pernah meninggalkanmu, dan kau akan selalu menemukan ibu ketika kau membutuhkan ibu," begitu tulisan terakhir Putri Alice sebelum meninggalkan sang putra untuk selamanya.

https://internasional.kompas.com/read/2018/06/29/15310101/kisah-putri-alice-sembunyikan-keluarga-yahudi-dari-kekejaman-nazi

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.