Salin Artikel

Mahathir Akan Evaluasi Perjanjian Penjualan Air Bersih ke Singapura

"Saya kira sungguh tak masuk akal, air bersih dijual tiga sen dolar per 1.000 galon. Harga itu mungkin normal pada 1990-an atau 1930-an. Tapi sekarang apa yang bisa Anda beli dengan 3 sen? Tak ada," kata PM Malaysia Mahathir Mohamad dalam wawancara dengan Channel News Asia, Senin (25/6/2018).

Sebelumnya, Bloomberg melaporkan, Mahathir berencana untuk mengevaluasi perjanjian penjualan air bersih ke Singapura yang sebenarnya baru berakhir pada 2061.

"Kami sedang mempelajari masalah ini dan kami akan memberikan presentasi," tambah politisi berusia 93 tahun itu.

Bukan kali ini saja pemerintahan Mahathir melakukan peninjauan ulang sejumlah kesepakatan dan perjanjian yang dibuat dengan Singapura.

Salah satunya adalah membatalkan rencana pembangunan jaringan rel kereta api cepat Singapura-Kuala Lumpur yang diteken di masa pemerintahan Najib Razak.

Sejak memenangkan pemilu pada 9 Mei lalu, Mahathir berulang kali menyatakan, proyek kereta cepat itu akan dibatalkan demi mengurangi utang negara yang sudah mencapai 1 triliun ringgit atau sekitar Rp 3.500 triliun.

Kembali soal kesepakakatan jual beli air bersih ini, pada Januari lalu  PM Singapura Lee Hsien Loong dan PM Malaysia saat itu, Najib Razak telah melakukan kesepakatan ulang.

Kesepakatan itu untuk mencapai langkah-langkah demi memastikan pasokan air yang memadai dari Sungai Johor untuk Singapura seperti tercantum dalam Kesepakatan Air Bersih 1962.

Berdasarkan perjanjian itu, Singapura memiliki hak eksklusif untuk menggunakan air dari Sungai Johor sebanyak 250 juta galon sehari.

Sebagai imbal balik, negara bagian Johor bisa membeli air bersih yang sudah diolah dengan volume yang sama atau maksimal dua persen dari jumlah air yang diambil Singapura dalam sehari.

Lalu pada Februari, pemerintah Singapura menegaskan, negeri itu harus memiliki pasokan air yang cukup pada 2050 sebelum perjanjian jual beli air dengan Malaysia berakhir pada 2061.

Saat ini, separuh kebutuhan air bersih warga Singapura dipenuhi dari hasil impor. Namun, di sisi lain level permukaan aur di waduk Linggi, Johor terus menurun terutama di musim kemarau panjang.

https://internasional.kompas.com/read/2018/06/25/13203041/mahathir-akan-evaluasi-perjanjian-penjualan-air-bersih-ke-singapura

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.