Salin Artikel

Delegasi Dua Korea Bahas Rencana Reuni Keluarga yang Terpisah

Pertemuan tersebut sebagai satu langkah demi mewujudkan janji yang telah disampaikan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in yang bertemu pada 27 April lalu.

Saat pertemuan di desa perbatasan Panmunjom lalu, kedua pemimpin negara Korea telah sepakat untuk saling memperbaiki dan meningkatkan hubungan yang memburuk akibat program nuklir Pyongyang.

Kim dan Moon juga sepakat untuk mengagendakan reuni antarkeluarga yang terpisah akibat Perang Korea dengan memanfaatkan momen libur nasional pada bulan Agustus.

Kedua delegasi bertemu du sebuah hotal di lokasi tujuan wisata di Korea Utara, tepatnya di Gunung Kumgang.

"Kami harus melakukan upaya aktif demi hasil yag baik hari ini dengan saling mempercayai dan perhatian satu sama lain," kata Pak Yong Il, pemimpin delegasi Korea Utara.

Pak Yong Il juga merupakan wakil kepala Komite Reunifikasi Damai Tanah Air, badan Korea Utara yang mempromosikan reunifikasi. Demikian diberitakan Channel News Asia.

Ajakan untuk melakukan reuni untuk keluarga yang terpisahkan akibat perang terus diserukan pemerintah Korea Selatan.

Selain karena masalah kemanusiaan dan hak asasi manusia, dikhawatirkan waktu yang tersisa bagi anggota keluarga yang terpisah untuk dapat saling bertemu tak lagi banyak karena banyak di antaranya yang kini telah berusia di atas 80 tahun.

Reuni keluarga yang terpisahkan Perang Korea itu terakhir kali diadakan pada 2015 lalu. Saat itu, momen pertemuan yang disiarkan televisi memunculkan keharuan sekaligus kesedihan karena pada akhirnya harus kembali dipisahkan.

Sebelumnya, dikhawatirkan rencana reuni keluarga yang terpisah ini terancam batal setelah Pyongyang memberikan syarat agar Seoul memulangkan 12 wanita Korea Utara yang membelot ke Korea Selatan pada 2016 dan kini bekerja di sebuah restoran di China.

Belum dapat dipastikan apakah Pyongyang telah membatalkan persyaratan tersebut. Namun pertemuan dua delegasi untuk membahas reuni kali ini tak lepas dari desakan Palang Merah Korea Utara.

"Kami akan mendiskusikan dengan baik isu kemanusiaan dengan Korea Utara dan mencari cara agar dapat meredakan penderitaan 57.000 anggota keluarga yang terpisahkan," kata Park Kyung-seo, Ketua Palang Merah Korea di Seoul yang juga pemimpin delegasi Korea Selatan.

https://internasional.kompas.com/read/2018/06/22/17454461/delegasi-dua-korea-bahas-rencana-reuni-keluarga-yang-terpisah

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.