Salin Artikel

Makin Tertekan, Najib Razak Terseret Kasus Pembunuhan Model Mongolia

Dilansir dari AFP, Jumat (22/6/2018), perempuan bernama Altantuya Shaariibuu (28) ditembak mati dan tubuhnya diledakkan dengan bahan peledak plastik kelas militer.

Kasus pembunuhan itu menjadi aspek yang paling mengejutkan dalam sejumlah skandal yang melibatkan Najib.

Ayah Altantuya mengunjungi Malaysia pada pekan ini. Dia bertemu dengan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, yang juga mendukung investigasi kasus tersebut.

"Saya dapat mengonfirmasi, kami membuka kembali penyelidikan," kata kepala polisi nasional Mohamad Fuzi Harun, seperti dikutip dari The Star.

"Kami akan melakukan tugas kami tanpa rasa takut," ucapnya.

Ketua Lawyers for Liberty Eric Paulsen mengatakan, Najib harus menjadi salah satu saksi baru yang diinterogasi pihak kepolisian terkait kasus pembunuhan Altantuya.

"Kami ingin tahu mengapa Altantunya dibunuh dan siapa yang memerintahkan pembunuhannya," katanya.

Altantuya dibunuh di sebuah hutan di Shah Alam, Selangor, pada Oktober 2006.

Dugaan berkembang bahwa Altantuya dibunuh agar bungkam terkait korupsi sejumlah pejabat tinggi Malaysia dalam pembelian dua kapal selam Scorpene buatan Perancis dan Spanyol yang bernilai 2 miliar dollar AS.

Pembelian dilakukan ketika Najib menjadi menteri pertahanan. Altantuya bekerja sebagai penerjemah pada tahap akhir sejumlah negosiasi transaksi itu.

Najib dengan tegas telah menyangkal pernah bertemu Altantuya atau punya hubungan dengannya. Pemerintahannya pun menyangkal telah melakukan kesalahan dalam pembelian dua kapal selam itu, yang telah menjadi subjek investigasi hakim Perancis.

Dua polisi dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan tersebut. Salah satunya kabur ke Australia dan mengungkapkan bahwa dia diperintah untuk membunuh Altantuya.

Namun, motif pembunuhan Altantunya tidak pernah terungkap dalam persidangan dua terdakwa, Sirul Azhaw Umar dan Azilah Hadri.

Sirul mengatakan kepada seorang hakim dalam persidangan, dia menjadi kambing hitam yang dikorbankan demi melindungi sekelompok orang. Di sisi lain, dia tidak pernah mengungkap nama dari orang-orang tersebut.

Sirul juga menyatakan, dia belum pernah bertemu Abdul Razak Baginda, bekas teman dan penasihat Najib, yang awalnya didakwa bersekongkol untuk melakukan pembunuhan itu tetapi kemudian dibebaskan.

Altantuya merupakan mantan kekasih Abdul Razak. Dalam sebuah surat yang ditemukan setelah pembunuhannya, Altantuya ingin imbalan senilai 500 ribu dollar AS untuk tetap bungkam terkait apa yang diketahuinya tentang perjanjian pembelian dua kapal selam.

https://internasional.kompas.com/read/2018/06/22/12262811/makin-tertekan-najib-razak-terseret-kasus-pembunuhan-model-mongolia

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.