Salin Artikel

Biografi Tokoh Dunia: Niccolo Machiavelli, Bapak Teori Politik Modern

Dia menjadi terkenal karena menulis buku berjudul Il Principe (Sang Penguasa) yang dipublikasikan pada 1532.

Buku itu memberikan pemahaman tentang perlunya kekejaman, dan sifat licik oleh penguasa. Orang yang mempraktikan isi buku itu dikenal sebagai "Machiavellian".

Karena buku tersebut, Machiavelli mendapatkan reputasi sebagai seorang yang ateis serta sinis tak bermoral.

Berikut merupakan biografi dari politisi yang kemudian dikenal sebagai "bapak teori politik modern" tersebut.

1. Kehidupan
Niccolo Machiavelli lahir di Firenze pada 3 Mei 1469, dan merupakan anak pasangan jaksa Bernardo di Niccolo Machiavelli dan Bartolomea di Stefano Nelli.

Berasal dari salah satu keluarga terpandang di Firenze, Machiavelli mendapat pendidikan tata bahasa, retorika, dan bahasa Latin.

Dalam suratnya kepada teman di 1498, Machiavelli menuliskan khotbah Girolamo Savonarola, seorang biarawan Dominikan yang pindah ke Florence pada 1482.

Pada 1490-an, Savonarola membuat pergerakan yang bermaksud melakukan perbuatan makar terhadap negara, pastor, hingga Sri Paus.

Machiavelli begitu tertarik akan metode retorika dan khotbah yang dibawakan oleh Savonarola.

Namun, Savonarola kemudian dihukum mati dengan cara digantung pada 24 Mei karena dianggap menyebarkan bidaah. Jenazahnya lalu dibakar di alun-alun.

Setahun kemudian, Firenze beralih menjadi republik. Keluarga Medici yang menjadi penguasa selama 60 tahun diasingkan.

Machiavelli lalu didapuk sebagai pejabat di kantor arsip kedua, dengan tugas untuk membuat keterangan resmi Pemerintah Firenze.

Selama bekerja di sana, Machiavelli meyakinkan Piero Soderini, Ketua Kantor Arsip Umum, untuk mengganti tentara bayaran di Firenze dengan milisi.

Dalam laporan tertulis, Machiavelli menjelaskan kalau dia tidak percaya dengan tentara bayaran karena mereka tidak patriotik.

Selain itu, biaya sewa mereka yang mahal membuat mereka tidak bisa diandalkan ketika negara-kota membutuhkannya di saat mendesak.

Berbekal milisi yang dibentuk, Machiavelli mendapat berbagai misi militer. Di antaranya membendung Cesare Borgia, putra dari Paus Alexander VI.

Selain itu, dia juga menyerang Kaisar Roma Suci Maximilian I, hingga mengalahkan Pisa di 1509.

Namun, Machiavelli menelan kekalahan ketika Wangsa Medici, yang dibantu Paus Yulius II, menyerang Florence pada Agustus 1512.

Menggunakan tentara Spanyol, Machiavelli kalah dalam pertempuran di Prato. Sejarawan meyakini kalau kekalahan itu disebabkan Soderini tidak ingin melawan Medici.

2. Pengasingan dan Lahirnya Il Principe
Setelah Medici menang, mereka kembali ke Firenze, dan menghapus republik. Soderini kemudian mengundurkan diri sebagai kepala negara dan diasingkan.

Machiavelli kemudian dipecat dari jabatannya. Setahun berselang, dia menjalani persidangan atas tuduhan melawan Keluarga Medici.

Dia dipenjara, dan sempat mengalami strappado, yakni bentuk penyiksaan di mana seseorang digantung dengan cara tangan diikat, sehingga menyebabkan dislokasi bahu.

Machiavelli menyangkal segala tuduhan tersebut. Dia kemudian dibebaskan, namun diasingkan di tanah milik ayahnya di San Casciano, di selatan Florence.

Di sana, Machiavelli dua mahakarya-nya, Il Principe dan Discorsi sopra la prima deca di Tito Livio atau Diskursus Livy.

Dia mempersembahkan buku Il Principe kepada Lorenzo di Piero de Medici, Penguasa Firenze di 1513 dan cucu Lorenzo de Medici.

Secara umum, Il Principe berisi pedoman bagi penguasa untuk mengukuhkan kekuasaannya, atau seseorang yang ingin mendapat kekuasaan.

Machiavelli menganjurkan, Sang Penguasa tidak boleh dibenci. Namun dia harus melakukan apa yang diperlukan untuk mempertahankan kekuasaannya.

Machiavelli dalam bukunya, berkata, seorang penguasa harus membangun kekuasaannya berdasarkan apa yang dia kuasai, bukan berdasarkan orang lain.

Dia memberikan penjelasan tentang apakah perlu jika Seorang Penguasa dicintai ataukah ditakuti.

"Yang terbaik ialah mendapatkan keduanya, dicintai dan ditakuti. Namun, jika tidak bisa, lebih baik ditakuti daripada dicintai," kata Machiavelli dalam bukunya.

Terdapat 26 bab dalam buku. Beberapa merupakan kisah kerajaan masa lalu yang digunakan Machiavelli agar Lorenzo di Piero tidak mengulangi kesalahan kerajaan itu.

Di bagian terakhir, Machiavelli menuliskan bagaimana dia ingin seorang penguasa bisa mempersatukan Italia dari tangan bangsa barbar.

Dia merujuk kepada Perancis dan Spanyol. Pada tahap ini, Machiavelli diinterpretasikan sebagai patriot alih-alih ilmuwan yang tidak memihak.


3. Karya yang Lain
Ketika masih menjadi pejabat di kantor arsip umum, Machiavelli menulis tentang diskursus politik dan puisi (Decennali) mengenai sejarah Firenze.

Pada 1503, atau setahun setelah misi menyerang Cesare Borgia, Machiavelli menulis cerita pendek Del Modo di Trattare i Sudditi della Val di Chiana Ribellati.

Pada 1520, ketika mengunjungi Lucca, sebuah kota di kawasan Italia Pusat, Machiavelli menulis cerita pendek berjudul Vita di Castruccio Castracani.

Kisahnya mengenai Castruccio Castracani, seorang pemimpin Condottiere, yang berarti tentara bayaran, di Tuscany yang hidup dan berkuasa di Lucca.

Setahun kemudian, Machiavelli menulis Art of War, sebuah buku yang berisi diskusi antara para aristokrat di tempat bernama Orti Oricellari.

Machiavelli mengembangkan filosofi bernama "perang terbatas". Yakni, jika diplomasi gagal, maka perang merupakan kepanjangan dari politik.

Kemudian dia menekankan perlunya menggunakan milisi, dan memperkenalkan konsep wajib militer bagi rakyat.

Machiavelli percaya bahwa masyarakat, agama, ilmu pengetahuan, keamanan semuanya disediakan oleh militer.

4. Kematian dan Pengaruh
Machiavelli meninggal pada 21 Juni 1527 saat berusia 58 tahun. Dia dimakamkan di Gereja Santa Croce.

Pada nisannya terdapat tulisan bahasa Latin berbunyi TANTO NOMINI NULLUM PAR ELOGIUM (Nama yang begitu besar sehingga pujian pun tidak akan menyainginya).

Saat kematiannya, buku Il Principe sempat dimasukkan ke dalam Index Librorum Prohibitorum (Indeks Buku Terlarang) karena dianggap menyerang gereja.

Sejumlah filsuf dunia terkenal seperti Francis Bacon (Inggris), James Harrington (Inggris), hingga Jean-Jacques Rousseau (Perancis) memuji keberanian Machiavelli.

https://internasional.kompas.com/read/2018/05/03/17000071/biografi-tokoh-dunia--niccolo-machiavelli-bapak-teori-politik-modern

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.