Salin Artikel

Pemimpin Tertinggi Iran Berhenti Gunakan Aplikasi Telegram

Pengumuman tersebut disampaikan Khamenei menyusul kemungkinan Iran yang akan segera memblok aplikasi layanan pesan instan buatan orang Rusia, Pavel Durov, itu yang diklaim memiliki 40 juta pengguna di negara Republik Islam.

"Sejalan dengan upaya menjaga kepentingan nasional dan menghapus monopoli jejaring pesan Telegram, mulai saat ini situs web untuk pelestarian dan publikasi karya-karya Ayatollah Khamenei akan berhenti menggunakan jaringan ini," tulis pesan terakhir Khamenei dalam saluran Telegramnya, Rabu (18/7/2018).

Pesan tersebut juga meneruskan penggunanya ke akun layanan pesan buatan Iran, termasuk Soroush dan Gap yang tengah dipromosikan oleh pemerintah. Demikian diberitkan AFP.

Tidak disebutkan apakah Khamenei juga akan menghapus lima akun Twitter miliknya, meski layanan aplikasi itu bersama dengan Facebook telah diblok di Iran.

Presiden Iran Hassan Rouhani juga telah lebih dulu mengumumkan berhenti menggunakan Telegram dan akan melanjutkan menggunakan aplikasi pesan buatan dalam negeri.

Langkah yang sama juga dilakukan Wakil Presiden Pertama Eshagh Jahangiri dan Juru Bicara Menteri Luar Negeri Bahram Ghassemi yang telah menutup akun Telegram mereka.

Sebelumnya pada Minggu (15/4/2018), Kementerian Pendidikan Iran telah memberlakukan larangan penggunaan aplikasi jejaring sosial buatan asing, seperti Telegram dan WhatsApp di sekolah-sekolah.

Selasa (17/4/2018), lalu anggota parlemen konservatif Abolfazl Abutorabi menyampaikan bahwa semua layanan pesan buatan asing dapat segera dilarang, secepatnya pada Sabtu (21/4/2018), dengan Telegram yang akan dilarang pertama kali.

Menurut media Iran, larangan penggunaan layanan pesan buatan asing telah diberlakukan di semua lembaga publik sejak Rabu (18/4/2018).

Tidak diterangkan apakah larangan hanya berlaku pada jam kerja dan apa hukuman bagi yang melanggar.

Pemberlakuan larangan penggunaan aplikasi layanan pesan buatan asing itu sebagai upaya rezim dalam menghindari terulangnya aksi protes yang melanda puluhan kota di Iran pada Desember hingga Januari lalu, karena banyak aksi yang diorganisir dari media sosial.

Sebagai gantinya, pemerintah mempromosikan penggunakan aplikasi layanan pesan dan media sosial buatan lokal, seperti Soroush yang diklaim telah memiliki 5 juta pengguna, dan Gap yang dipakai oleh lebih dari 1,3 juta pengguna.

https://internasional.kompas.com/read/2018/04/19/17213261/pemimpin-tertinggi-iran-berhenti-gunakan-aplikasi-telegram

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.