Salin Artikel

Hari Ini dalam Sejarah: Nelson Mandela Dibebaskan dari Penjara

Pada 1944, Nelson Mandela yang berprofesi sebagai pengacara bergabung dengan Kongres Nasional Afrika (ANC), organisasi politik kulit hitam tertua di Afrika Selatan.

Di ANC, Mandela menjadi ketua sayap pemuda ANC cabang kota Johannesburg. Karier politik Mandela terus melesat dan menjadi wakil presiden ANC pada 1952.

Saat itulah, Mandela menyarankan perlawanan tanpa kekerasan terhadap sistem apartheid yang memisahkan antara warga kulit putih dan kulit hitam.

Namun, setelah pembantaian peserta unjuk rasa damai di Sharpeville pada 1960, Mandela membantu mendirikan sayap paramiliter ANC untuk melakukan perang gerilya menentang pemerintah Afrika Selatan.

Alhasil, pada 1961 Mandela ditangkap dan didakwa melakukan pengkhianatan terhadap negara. Dia sempat dibebaskan dari tuduhan itu tetapi ditangkap kembali pada 1962 karena meninggalkan Afsel secara ilegal.

Setelah diadili Mandel dijatuhi hukuman penjara di Pulau Robben. Di saat menjalani hukuman, dia kembali diadili pada 1964 dengan dakwaan melakukan sabotase.

Pada Juni 1964, Mandela dan beberapa pemimpin ANC dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Mandela menjalani 18 tahun pertama hukumannya di Pulau Robben yang brutal. Dia dikurung dalam sel sempit tanpa tempat tidur atau air bersih. Mandela juga diharuskan bekerja memecahkan batu selama enam jam setiap hari.

Meski demikian, semangat Mandela tidak patah dan tetap menjadi simol perlawanan terhadap sistem apartheid yang diskriminatif.

Mandela memimpin gerakan menentang aturan di dalam penjara yang berhasil meningkatkan kondisi Pulau Robben secara spesifik.

Setelah 18 tahun di Pulau Robben, Mandela dipindahkan ke tempat lain untuk menjalani tahanan rumah.

Pada 1989, FW de Klerk menjadi presiden Afrika Selatan dan berencana meninggalkan sistem apartheid.

De Klerk kemudian mencabut aturan yang membuat ANC menjadi sebuah organisasi terlarang, menunda eksekusi, dan pada 1990 memerintahkan pembebasan Nelson Mandela.

Setelah bebas, Mandela memimpin ANC untuk melakukan negosiasi dengan pemerintah minoritas kulit putih untuk mendirikan sebuah pemerintahan multiras.

Pada 1993, Mandela dan De Klerk sama-sama mendapatkan hadiah Nobel Perdamaian dan setahun kemudian ANC memenangkan pemilu bebas pertama di Afrika Selatan.

Kemenangan ANC sekaligus menghantarkan Mandela sebagai presiden Afrika Selatan. Mandela pensiun dari politik pada 1999 tetapi tetap memperjuangkan perdamaian dunia hingga kematiannya pada Desember 2013.


https://internasional.kompas.com/read/2018/02/11/13000001/hari-ini-dalam-sejarah--nelson-mandela-dibebaskan-dari-penjara

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.