Salin Artikel

Pengepungan Hotel di Afghanistan Berakhir dalam 17 Jam, 18 Orang Tewas

Sebanyak 153 orang, termasuk 41 warga negara asing, dapat diselamatkan dari hotel.

Dilansir dari CNN, 14 orang tewas di antaranya merupakan warga negara asing. Sementara itu, empat warga negara Afghanistan terbunuh dalam peristiwa tersebut.

Adapun 9 warga negara asing yang tewas berasal dari Ukraina. Sisanya berasal dari Yunani, Jerman, dan Kazakhstan.

Kepala Kepolisian Kabul Salem Ehsas mengatakan, dua korban tewas lainnya belum diketahui kewarganegaraannya.

Kementerian Dalam Negeri Afghanistan menyebutkan, empat orang dari kelompok bersenjata dibunuh pasukan keamanan.

Pasukan keamanan Afghanistan menyusuri setiap lantai hotel bertingkat enam untuk mengamankan situasi. Mereka menemukan empat penyerang yang terlibat dalam insiden teror tersebut.

Kelompok Taliban merilis sebuah pernyataan yang mengklaim bertanggung jawab atas peristiwa itu. Namun, mereka menyebutkan jumlah pelaku penyerangan hotel sebanyak lima orang.

Sementara itu, Pemerintah Afghanistan menyatakan, pelaku penyerangan hotel merupakan kelompok yang berafiliasi dengan jaringan Haqqani.

Pengepungan terjadi sekitar pukul 21.00, Sabtu (20/1/2018) waktu setempat.

Tolo News melaporkan, tamu hotel yang ketakutan mencoba membebaskan diri dari api dengan cara mengayunkan diri menggunakan selimut dari balkon.

Terlihat juga seorang pria yang jatuh ke tanah. Momen tersebut terjadi setelah pengepungan berlangsung delapan jam. Namun, belum ada rincian yang dirilis terkait kondisi pria itu.

Warga sipil yang berada di dalam hotel berupaya mengubungi rekan dan keluarganya untuk meminta bantuan ketika sekelompok pria bersenjata melewati dapur dan masuk ke hotel.

Beberapa saksi mata menyebutkan, orang-orang yang membawa senjata api itu mencari tamu hotel.

Sepanjang malam, satu per satu staf dan tamu hotel melarikan diri. Sementara pasukan keamanan berhasil menyelamatkan sekitar 126 orang hingga pukul 09.30, Minggu (21/1/2018).

Puluhan orang yang rekan dan anggota keluarganya terjebak di dalam hotel berkumpul sepanjang malam yang dingin menantikan kabar dari orang yang mereka cintai.

Banyak dari mereka yang berhasil menghubungi rekan dan keluarganya di hotel, kemudian telepon tidak dijawab atau dimatikan.

Sekitar pukul 04.00 dini hari, pasukan keamanan khusus tambahan dikirim. Mereka menggelar operasi dengan penembakan.

Penembakan terus berlangsung selama beberapa jam. Pada pukul 07.00, pasukan khusus dan asing bergerak lagi.

Hingga pukul 08.00, lima dari enam lantai hotel telah diamankan. Menjelang pukul 10.00, pasukan khusus mengamankan bagian atap hotel, sementara petugas pemadam kebakaran berupaya mematikan api.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, dalam sebuah pernyataan, mengecam serangan tersebut serta meminta konsensus regional dan internasional terhadap negara-negara yang mensponsori teroris. Presiden juga menugaskan tim untuk menyelidiki insiden itu.

https://internasional.kompas.com/read/2018/01/22/08234061/pengepungan-hotel-di-afghanistan-berakhir-dalam-17-jam-18-orang-tewas

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.