Salin Artikel

Trump Nyatakan Siap Berdialog dengan Kim Jong Un

Wacana itu sempat dicetuskan Trump ketika berada di Camp David Sabtu pekan lalu (6/1/2018).

"Posisi kami sangat tegas. Namun, saya selalu mempercayai kekuatan sebuah diskusi. Jadi, kenapa tidak?" kata Trump saat itu seperti dilansir CNN.

Trump kemudian menambahkan, pernyataannya bukan berarti dia bakal bersedia berbicara dengan Kim tanpa melalui prasyarat.

Prasyarat yang dimaksud Trump adalah Korut diwajibkan untuk menghapus program nuklirnya sebelum bernegosiasi dengan Negeri Paman Sam.

Menteri Media Massa, Sarah Sanders, pada Rabu (10/1/2018) kemudian memberikan pernyataan resmi bahwa AS bersedia untuk berdialog dengan Korut.

"Tentunya, pertemuan itu bakal dilakukan dalam kondisi dan waktu yang tepat," kata Sanders.

Keinginan Trump untuk membuka diskusi dengan Pyongyang terjadi setelah Kim dalam pidato Tahun (1/1/2018) menyatakan niat untuk berbicara dengan Korea Selatan (Korsel).

Sebagai bentuk keseriusan, Kim siap mengirim delegasi atlet untuk mengikuti Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang 9-25 Februari mendatang.

Kedua negara kemudian secara serius membahas keinginan tersebut dalam dialog bilateral di kawasan netral Panmunjom Selasa (9/1/2018).

Hasil dari pertemuan itu, Korut bakal mengirim rombongan atlet hingga jurnalis untuk mengikuti olimpiade.

Trump Sangat Membingungkan
Direktur studi pertahanan di Pusat Kepentingan Nasional, Harry Kazianis, menyebut retorika yang dilakukan Trump terlihat membingungkan.

Sebab, pada awal dia menjabat Januari 2017, dia menjanjikan bahwa Korut hanya akan mendapat "api dan kemarahan" AS jika terus mengembangkan nuklir sebagai senjata.

Sepanjang 2017, baik Trump maupun Kim terlibat dalam perang komentar.

Kim menyebut Trump sebagai dotard alias "orang tua berpenyakit mental". Sementara Trump menjuluki Kim "Si Pria Roket Kecil".

Keduanya bahkan sempat saling mengklaim tombol nuklir masing-masing lebih besar pada pekan lalu.

"Jadi, apakah kita bakal menempuh jalur kontak senjata, ataukah jalur negosiasi? Jujur, ini sangat membingungkan," tanya Kazianis.

Kazianis menjelaskan, wacana dialog yang dikemukakan Trump bukan saja membuat posisi AS terlihat abu-abu.

Namun, dia juga mencurigai motivasi Kim ketika mengajak Korsel untuk bertemu secara bilateral.

Di satu sisi, dengan berbagai sanksi yang mereka terima, baik dari AS maupun PBB, Kim agaknya berusaha mengendurkan tensi dan tekanan yang diarahkan kepada rezimnya.

Namun, di sisi lain, ajakan dialog itu juga berarti Kim tengah mengulur waktu agar para insinyurnya menyempurnakan rudal balistik antar-benua (ICBM) yang diklaim mampu menghantam AS.

https://internasional.kompas.com/read/2018/01/11/16170261/trump-nyatakan-siap-berdialog-dengan-kim-jong-un

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.