Salin Artikel

Hari Ini dalam Sejarah: Kelahiran Sistem Komunikasi Telegraf

Telegraf, sebuah sistem yang menggunakan aliran listrik untuk mengirimkan pesan berupa kode-kode melalui kabel, menjadi sebuah penemuan yang merevolusi cara manusia dalam berkomunikasi jarak jauh.

Telegraf menjadi alat komunikasi jarak jauh yang amat populer terutama pada dekade 1920-an hingga 1930-an.

Samuel Finley Morse, lahir pada 27 April 1791 di Charlestown, Massachussetts. Dia menimba ilmu di Universitas Yale dan amat tertarik dengan seni selain ilmu kelistrikan yang di masa itu masih memasuki tahap awal.

Usai kuliah, Morse berprofesi sebagai pelukis. Pada 1832 dia meninggalkan Amerika menuju Eropa di mana dia mendengar penemuan elektromagnet yang memberinya ide menciptakan telegraf.

Saat itu, Morse sama sekali tak tahu ilmuwan lain bahkan sudah terlebih dahulu mengerjakan konsep telegraf.

Beberapa tahun setelahnya, Morse berkutat untuk mengembangkan prototipe mesin telegraf bersama dua koleganya Leonard Gale dan Alfred Vail.

Pada 1838, dia kemudian mendemonstrasikan penemuannya itu dengan menggunakan kode Morse yang berupa titik dan garis untuk menggantikan huruf atau angka.

Lalu pada 1843, Morse sukses meyakinkan Kongres Amerika yang skeptis untuk mendanai pembangunan jaringan telegraf pertama di Amerika Serikat dari Washington DC menuju Baltimore.

Setahun kemudian, tepatnya pada Mei 1844, Morse mengirimkan telegram resmi pertamanya yaitu: "Apa yang Tuhan lakukan?"

Selama beberapa tahun kemudian, berbagai perusaan swasta, dengan menggunakan hak paten ciptaa Morse, membangun jaringan telegraf di wilayah timur laut AS

Pada 1951, perusahaan Mississippi Valley Printing Telegraph Company berdiri dan kemudian berubah menjadi perusahaan yang kini dikenal dengan nama Westen Union.

Lima tahun kemudian, jaringan telegraf untuk pertama kalinya melintasi Samudera Atlantik. Dan pada akhir abad ke-19, jaringan telegraf sudah merambah Afrika, Asia, dan Australia.

Karena perusahaan telegraf membebankan biaya untuk tiap kata yang dikirimkan, maka isi telegram menjadi semakin singkat dan akhirnya hanya digunakan untuk mengirim berita gembira atau kabar duka.

Kata "stop" yang tidak dikenakan biaya berfungsi sebagai titik untuk setiap kalimat dalam telegram.

Selama Perang Dunia II, para petugas pengantar telegram dari Western Union menjadi pemandangan menakutkan karena biasanya mereka membawa kabar buruk dari medan pertempuran.

Setelah teknologi komunikasi berkembang pesat di abad ke-20, telegraf kemudian digantikan dengan sistem yang lebih cepat dan murah seperti telepon, faksimile, surat elektronik, atau aplikasi pesan singkat.

Western Union mengirimkan telegram terakhirnya pada Januari 2006.

Sedangkan Samuel Morse, pencipta telegraf, meninggal dunia di New York pada 2 April 1872 saat berusia 80 tahun dalam kondisi amat kaya dan terkenal

https://internasional.kompas.com/read/2018/01/06/11493681/hari-ini-dalam-sejarah-kelahiran-sistem-komunikasi-telegraf

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.