Salin Artikel

Pemerintah Myanmar Larang Duta Hak Asasi PBB Memasuki Negaranya

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Duta Hak Asasi PBB untuk Myanmar mengatakan pada Rabu (20/12/2017), dirinya dicegah pemerintah setempat memasuki wilayah negara itu.

Tindakan pengucilan tersebut, dikatakan pelapor khusus PBB untuk hak asasi di Myanmar, Yanghee Lee, justru semakin mengisyaratkan akan adanya kondisi mengerikan yang terjadi di Rakhine.

Lee awalnya dijadwalkan mengunjungi Myanmar pada Januari 2018 untuk menilai situasi hak asasi manusia di seluruh negara itu, termasuk Rakhine yang menjadi rumah komunitas muslim minoritas Rohingya.

"Saya bingung dan kecewa dengan keputusan pemerintah Myanmar yang melarang saya datang ke negara itu," kata Lee dikutip AFP.

Lee mendapat tugas dari PBB untuk mengunjungi Myanmar dua kali setahun dan melapor kepada Dewan Hak Asasi Manusia dan Majelis Umum PBB.

"Pernyataan yang bertentangan dengan amanat yang saya terima ini hanya bisa dipahami sebagai indikasi kuat akan adanya sesuatu yang mengerikan sedang terjadi di Rakhine, maupun wilayah negara lainnya," tambah Lee.

Larangan yang dijatuhkan padanya, diduga dibuat berdasarkan pernyataan yang disampaikan Lee usai kunjungan terakhirnya ke Myanmar pada Juli lalu.

Kala itu Lee mengkritik catatan hak asasi pemerintah dan perlakuan mereka terhadap Rohingya.

Pemerintah Myanmar pun menanggapi pernyataan yang disampaikan Lee terlalu berprasangka dan tak adil.

PBB telah memastikan Myanmar mundur dari kerja sama selama Lee masih menjabat sebagai utusan mereka untuk negara itu.

"Dia (Lee) telah bersikap tidak netral dan obyektif saat menjalankan tugasnya. Dia sudah tidak lagi bisa dipercaya," kata juru bicara pemerintah Myanmar Zaw Htay.

Tak hanya utusan PBB, sebelum-sebelumnya pemerintah Myanmar telah mengeluarkan larangan untuk jurnalis dan juga penyidik untuk memasuki wilayah konflik di Rakhine.

Polisi Myanmar juga dikabarkan menahan dua wartawan Reuters yang diduga akan mengirim dokumen terkait pasukan keamanan di Rakhine ke pihak luar.

Keduanya diancam dengan hukuman 14 tahun penjara di bawah undang-undang rahasia negara.

https://internasional.kompas.com/read/2017/12/20/21522231/pemerintah-myanmar-larang-duta-hak-asasi-pbb-memasuki-negaranya

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.