Salin Artikel

Ketika 50 Pasangan Asal China Menikah Massal di Sri Lanka

Mereka mengikuti upacara dengan tradisi Buddha, yang merupakan agama mayoritas di Sri Lanka yang sedang berupaya menggalakkan industri pariwisata.

Dalam upacara yang dihadiri pejabat kedua negara, sebagian pengantin mengenakan pakaian tradisional Sri Lanka walau ada juga yang tetap dengan pakaian gaya China maupun Barat.

Perkawinan massal itu disiapkan pihak berwenang Sri Lanka dan digelar di balai kota Kolombo.

"Kami amat gembira menjadi bagian dari perkawinan massal di negara yang indah Sri Lanka. Lihat suasananya, kami tidak akan melupakan hari ini," kata seorang pengantin pria berusia 25 tahun kepada wartawan BBC di Kolombo, Azzam Ameen.

Sang pengantin perempuan menambahkan mereka berdua pertama kali bertemu di Sri Lanka tiga tahun lalu, "Jadi tempat ini amat istimewa untuk kami."

Pemerintah Sri Lanka mengharapkan perkawinan massal pertama untuk warga China ini akan meningkatkan hubungan kedua negara dan sekaligus mengangkat pariwisata.

""Akan lebih banyak orang yang mengetahui tentang Sri Lanka dan ini jalan yang amat baik untuk mempromosikan pariwisata," papar Menteri urusan Metropolis dan Pembangunan Bagian Barat Sri Lanka, Patali Ranawaka.

Usai jamuan makan malam, para pengantin baru akan menikmati bulan madu dengan mengunjungi beberapa tujuan wisata di Sri Lanka, seperti ibu kota kuno Anuradhapura, situs peninggalan Kerajaan Polonnaruwa, serta kawasan wisata alam Kandy maupun Taman Nasional Yala.

Wisatawan China yang datang ke Sri Lanka meningkat dengan data terakhir memperlihatkan sekitar 13 persen dari total dua juta wisatawan asing yang datang ke negara itu dalam waktu setahun, berasal dari China.

Jumlah wisatawan China ke Sri Lanka bahkan merupakan yang kedua terbesar setelah wisatawan asal India.

Sementara itu pemerintah China menempuh sejumlah investasi di Sri Lanka dalam proyek pembangunan prasarana.

Kota Kolombo merupakan salah satu mitra utama Beijing dalam proyek 'One Belt One Road' atau 'Satu Sabuk Satu Jalan' yang ambisus.

Proyek itu diluncurkan Presiden Xi Jinping pada Mei 2017 untuk mengembangkan jaringan perdagangan internasional dengan pembangunan pelabuhan, jalan raya, dan rel kereta api.

https://internasional.kompas.com/read/2017/12/18/12312311/ketika-50-pasangan-asal-china-menikah-massal-di-sri-lanka

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.