Salin Artikel

AS Sayangkan Pembebasan Teroris Mumbai oleh Pakistan

Dilansir dari ABC News, Jumat (24/11/2017), juru bicara Kemenlu AS, Heather Nauret mengatakan kelompok Lashkar-e-Taiba merupakan organisasi teroris asing yang bertanggungjawab atas kematian ratusan warga sipil, termasuk warga AS, dalam serangan teroris di Mumbai, pada 2008.

"Pemerintah Pakistan harus memastikan dia ditahan dan dikenai tuduhan atas kejahatannya," katanya dalam sebuah pernyataan.

Pengadilan Pakistan telah meminta pembebasan militan incaran AS, yang dinyatakan bersalah terkait serangan di India pada 2008, di mana 168 orang terbunuh.

Saeed menjalankan sebuah organisasi bernama Jamaat-ud-Dawa, yang diyakini menjadi garda terdepan untuk militan Lashkar-e-Taiba.

Pemerintah India menuding kelompok itu bertanggungjawab atas serangan di Mumbai.

Saeed diberi label teroris oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat, dan kepalanya dihargai 10 juta dolar AS atau Rp 135 miliar.

Dia dibebaskan sebelum fajar hari, menandai berakhirnya masa penahanannya di Lahore, Pakistan.

Juru bicara Saeed, Yahya Mujahid mengatakan, Saeed telah menjadi tahanan rumah dengan tuduhan yang tidak berdasar.

"Petugas dari penjara datang ke rumahnya tadi malam, dan mengatakan kepadanya bahwa dia sekarang bebas," katanya.

Beberapa jam setelah pembebasannya, Saeed berbicara di depan ribuan pengikutnya di sebuah masjid. Dia juga meminta Islamabad untuk tidak mengadakan pembiraan dengan India, kecuali pemerintah India menarik pasukannya dari Kashmir.

Menurutnya, penahanannya merupakan kekejaman pemerintah India atas konflik di Kashmir, namun pengadilan independen Pakistan telah membebaskannya karena tuduhan terhadapnya tidak berdasar.

"Saya tidak berjuang untuk keuntungan pribadi. Perjuangan saya untuk menjaga kepentingan Pakistan. Saya ingin kekebasan Kashmir dari India," katanya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Raveesh Kumar dalam sebuah pernyataan mengatakan, Saeed sebagai aktor utama dalam serangan teror Mumbai, dan menyayangkan pembebasannya.

Dia khawatir pembebasan Saeed akan melanjutkan aksi teror lainnya di India.

"Pembebasan Saeed menegaskan tidak adanya keseriusan pemerintah Pakistan untuk mengadili pelaku tindakan terorisme yang keji," ujarnya.

https://internasional.kompas.com/read/2017/11/25/15194841/as-sayangkan-pembebasan-teroris-mumbai-oleh-pakistan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.