Salin Artikel

Harga Rp 800 Juta per Kg, Lelang Online Cula Badak Tak Terbendung

Izin itu tetap diberikan, meski otoritas pemerintah Afrika Selatan dan juga para konservasionis berupaya mengganjal berlangsungnya acara yang pertama kali tersebut. 

Sebelumnya, pihak berwenang di Afrika Selatan melarang penyelenggaraan lelang tiga hari itu.

Sebab, dikhawatirkan praktik tersebut akan merusak larangan perdagangan badak yang berlakur secara global. Dengan pertimbangan itulah, otoritas di Afrika Selatan menolak menerbitkan ijin. 

Namun persoalan ini kemudian bergulir ke muka hukum. Pengadilan Tinggi di Pretoria memutuskan untuk mendukung penyelenggara lelang yang diselenggarakan John Hume, -pengelola peternakan badak terbesar di dunia.

Baca: Afsel Berupaya Ganjal Rencana Lelang Online Cula Badak Minggu Depan

Pengacara Hume, Izak due Toit berargumen, bahwa izin tersebut telah disetujui namun tidak dikeluarkan oleh pihak berwenang di Afrika Selatan.

Padahal, larangan perdagangan badak di dalam negeri telah dicabut sejak tiga bulan lalu.

"Kami kalah dalam kasus ini, kami harus menyerahkan izin yang telah dikeluarkan," kata Jurubicara Kementerian Lingkungan Hidup Moses Rannditsheni, seperti dikutip AFP.

Izak due Toit mengatakan, mereka memperkirakan akan mendapatkan izin sebelum pelelangan tersebut dijadwalkan dimulai pada pukul 10.00 GMT, Senin (21/8/2017) atau pukul 17.00 WIB.

Selama ini, Hume telah menumpuk enam ton cula, dan ingin melepas 500 kilogram, atau kira-kira 264 cula di dalam lelang online tersebut.

"Kami bahagia, saya berharap pemerintah mengetahui bahwa mereka tidak adil bagi kami. Hakim menyatakan kekecewaannya atas keputusan menteri dan departemen."

Cula badak memiliki harga yang fantastis. Nilainya di pasar gelap bisa mencapai 60.000 dollar AS atau Rp 800 juta per kilogram. Harga itu lebih tinggi dari harga emas atau pun kokain.

Afrika Selatan adalah rumah bagi sekitar 20.000 badak, atau sekitar 80 persen populasi di seluruh dunia.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir negeri itu telah diguncang dengan pembantaian badak oleh para pemburu.

Hume sempat mengemukakan pandangannya. Menurut dia, perburuan liar hanya dapat dihentikan dengan memenuhi permintaan besar dari Asia dengan cula "panen" secara sah dari badak yang dianestesi.

Namun, aktivis hak-hak binatang menilai agar penjualan cula badak legal hanya akan membuat perburuan liar kian marak.

Cula badak mengandung keratin, komponen yang sama seperti pada kuku manusia. Cula ini dijual dalam bentuk bubuk sebagai obat untuk kanker dan penyakit lainnya, di Vietnam dan China.

Rumah lelang Johan Van Eyk yang akan menggelar pelelangan mengatakan, tidak ada harga pembukaan yang ditetapkan. Sebab, acara ini akan menjadi pelelangan badak badak pertama.

Afrika Selatan memiliki lebih dari 300 peternak badak swasta. Selama ini pemerintah telah menghabiskan dana lebih dari 150 juta dollar AS, demi melindungi badak dalam sembilan tahun terakhir. 

https://internasional.kompas.com/read/2017/08/21/08492541/harga-rp-800-juta-per-kg-lelang-online-cula-badak-tak-terbendung

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.