Salin Artikel

Terkait Qatar, 18 Organisasi dan Individu Masuk Daftar Hitam Teroris

Langkah oleh empat negara Arab itu dilakukan sekalipun mendapat tekanan internasional yang mengharapkan agar berkompromi dan melakukan dialog dalam mengakhiri krisis diplomatik dengan Qatar.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir memasukkan sembilan organisasi amal dan media, serta sembilan orang yang "secara langsung atau tidak langsung terkait dengan otoritas Qatar", demikian kantor berita Perancis, AFP.

Sembilan organisasi dan sembilan individu itu didaftar hitam dengan sebutan “teroris”, sebagaimana disampaikan dalam sebuah pernyataan gabungan yang dirilis kantor berita Arab Saudi.

Baca: Simaklah, 10 Pemicu Krisis Diplomatik di Qatar

"Kami mengharapkan otoritas Qatar untuk mengambil langkah berikutnya dan mengadili kelompok dan individu teroris tersebut," demikian pernyataan tersebut menambahkan.

Keempat pemerintah tersebut telah memboikot Qatar sejak 5 Juni 2017 dalam krisis diplomatik terburuk di kawasan itu selama bertahun-tahun.

Mereka menutup satu-satunya perbatasan darat dengan Qatar, memerintahkan warganya untuk pulang dan menutup wilayah udara dan perairan untuk jalur penerbangan dan distribusi Qatar.

Empat negara Arab itu menuntut agar Qatar agar menghentikan hubungan jangka panjang dengan Ikhwanul Muslimin, kelompok atau partai terlarang yang masuk daftar “kelompok teroris” di Mesir.

Arab Saudi dan sekutunya itu juga menuntut agar Doha menutup perusahaan penyiaran TV Al Jazeera dan sebuah pangkalan militer Turki, dan menghentikan hunbungan dengan Iran.

Baca: Krisis Qatar Menyulitkan Negara Muslim Non-Arab

Qatar telah menolak tuntutan tersebut karena dianggap sebagai pelanggaran kedaulatannya. Ankara pun memberikan dukungan yang kuat kepada sekutunya, Doha.

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson, yang pekan lalu menghabiskan empat hari di wilayah tersebut untuk mencoba mencari jalan keluar atas krisis diplomatik tersebut.

Tillerson menyuarakan optimisme terhadap upaya Qatar untuk menjelaskan dan membuktikan bahwa mereka tak terliabt dalam pendanaan terorisme.

Keempat pemerintah tersebut pada hari Selasa memasukkan tiga organisasi di Yaman dan enam di Libya ke dalam daftar hitam dan menuduh mereka memiliki hubungan dengan Al Qaeda.

Mereka juga memasukkan daftar hitam tiga warga, tiga warga Yaman, dua warga Libya dan seorang warga Kuwait dalam daftar hitam “teroris”.

Baca: Efek Krisis Diplomatik, Pasukan Qatar Keluar dari Koalisi Arab Saudi 

Orang-orang tersebut dituding terlibat dalam "kampanye penggalangan dana untuk mendukung Front Al-Nusra (bekas sayap Al Qaeda) dan milisi teroris lainnya di Suriah".

Qatar dan tetangganya mendukung pihak-pihak yang berlawanan dalam konflik di Libya antara pemerintah persatuan yang didukung PBB di Tripoli dan pemerintahan saingannya di timur.

Arab Saudi telah memimpin sebuah intervensi militer terhadap pemberontak Houthi di negara tetangga, Yaman, sejak Maret 2015.

Anggota kelompok Al Qaeda dan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) sejak itu telah memperluas kehadirannya di daerah-daerah selatan Yaman yang dikendalikan pemerintah dan didukung Saudi.

Baca: Indonesia Dorong Rekonsiliasi Negara-negara Arab dengan Qatar

https://internasional.kompas.com/read/2017/07/25/13424441/terkait-qatar-18-organisasi-dan-individu-masuk-daftar-hitam-teroris

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.