Tetap Saja, Militan Nigeria Serang Shell
Senin, 6 Juli 2009 | 02:54 WIB

LAGOS, KOMPAS.com - Militan Nigeria menyatakan, Minggu (5/7), mereka telah melancarkan serangan ketiga terhadap Royal Dutch Shell sejak Presiden Umaru Yar’Adua menawarkan amnesti, dan mengancam meningkatkan operasi sabotase mereka.
      
Gerakan bagi Emansipasi Delta Niger (MEND) mengatakan dalam sebuah pernyataan email, mereka menyerang bagian depan sumur minyak Shell di Cawthorne Channel sekitar pukul 02.00 GMT (pukul 09.00 WIB).
      
Serangan itu lagi-lagi membuyarkan harapan bahwa tawaran amnesti itu akan menciptakan masa tenang.

Sent from Indosat BlackBerry powered by  

XVD

Sumber : Ant

http://m.kompas.com di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau Windows Mobile Phone Anda
Share on Facebook 
A A A
Ada 4 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Ahmad @ Rabu, 29 Juli 2009 | 12:50 WIB
@aris Bukannya yang rusuh kalau ada yang mau pakai syariat? Lihat Ambon, Thailand, Cina dll. Intropeksi sebelum menyalahkan orang lain.
aris @ Rabu, 29 Juli 2009 | 05:21 WIB
Dimanapun dimuka bumi ini klo ada perusahaan minyak AMERIKA pasti rusuh.....woiiiii sadar smua ingat manajemen konplik / politik pecah belah.......yang punya tanah sibuk SALING BUNUH YAHUDI SIBUK NGURAS ISI ALAMNYA......
Prawira @ Senin, 6 Juli 2009 | 04:08 WIB
tapi biarlah ribut terus di sana spy harga minyak bisa masuk ke level wajar 70-80.
Prawira @ Senin, 6 Juli 2009 | 04:06 WIB
Terang aja...deep water reservoir di Nigeria termasuk salah satu terbesar di dunia. Siapa pun tergiur utk menguasainya, Disinyalir kepala burung (Irian) memiliki jumlah yg tak kalah besarnya. Kita lihat saja nanti.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
25