Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Taj Mahal, Monumen Cinta Abadi

Kompas.com - 05/12/2008, 09:40 WIB

Keindahan dan kemegahan Taj Mahal telah memberikan inspirasi kepada para seniman dalam melahirkan karya-karya terindahnya dalam berbagai bentuk. Cerita keabadian cinta yang mengilhami pembangunannya telah menarik pengunjung dari berbagai belahan dunia untuk menyaksikannya.

Taj Mahal berdiri kokoh di Agra, sebuah kota kecil di Negara Bagian Uttar Pradesh yang berjarak sekitar 200 kilometer di selatan New Delhi, India. Mahakarya manusia yang masih dikagumi hingga kini itu merupakan kompleks pemakaman yang dibangun dengan memadukan gaya arsitektur Persia, Turki, Islam, dan India.

Perlambang keabadian cinta ini dibangun tahun 1632-1648 atas perintah Kaisar Mughal Shah Jahan untuk mengenang istrinya, Arjumand Bano Begum atau Mumtaz Mahal. Monumen itu dibangun dengan niatan untuk mengenang istri yang paling dicintainya yang meninggal saat melahirkan anak mereka yang ke-14. Pembangunan Taj Mahal, yang berarti Istana Mahkota, diniatkan untuk menjadi bangunan yang saat itu belum pernah ada di dunia dan akan selalu dikenang sepanjang masa.

Monumen ini dibangun oleh 20.000 pekerja dengan menggunakan bahan-bahan bangunan terbaik dari berbagai wilayah di India, Asia Tengah, dan China. Material utama bangunan berupa marmer putih dan batu merah didatangkan dengan menggunakan 1.000 gajah.

Kompleks Taj Mahal berada di tepi Sungai Yamuna dan memiliki lima bagian utama, yaitu darwaza (gerbang utama), bageecha (taman), masjid, naqqar khana atau jawab (rumah peristirahatan), dan rauza (musoleum) sebagai pusat dari seluruh bangunan yang ada. Dinding utama bangunan dihiasi dengan kaligrafi ayat-ayat suci Al Quran serta ukiran dengan motif-motif geometris dan bunga.

Sebagai gerbang utama, darwaza menjadi satu-satunya pintu masuk menuju musoleum. Untuk menuju gerbang utama, para pengunjung dapat masuk melalui tiga pintu yang ada di sebelah barat, selatan, atau timur gerbang utama.

Rauza merupakan bangunan utama kompleks Taj Mahal dan memiliki empat menara utama di setiap sudutnya. Makam Mumtaz Mahal terletak tepat di bawah kubah musoleum, sedangkan makam Shah Jahan berada di sebelah barat makam Mumtaz Mahal. Masjid berada di sebelah barat musoleum dengan kolam tempat wudu berada di depannya. Bangunan yang identik dengan masjid, yaitu naqqar khana, berada di sebelah timur musoleum. Kemiripan bangunan ini hanya dibedakan oleh arahnya, yaitu masjid menghadap kiblat dan rumah peristirahatan membelakangi kiblat.Rauza menggunakan marmer putih yang didatangkan dari Makrana di Negara Bagian Rajashtan, sedangkan masjid dan naqqar khana menggunakan batu merah yang didatangkan dari Fatehpur Sikri di Uttar Pradesh.

Di antara gerbang utama dan musoleum, terbentang taman seluas 300 x 300 meter dengan gaya Persia. Taman dilengkapi dengan kolam yang memanjang dengan menunjukkan arah utara-selatan dan timur-barat.

Setelah 4 abad berdiri, Taj Mahal tetap dikagumi seluruh dunia. Bahkan, statusnya sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia tetap bertahan melintasi ruang dan waktu. (M ZAID WAHYUDI)

 

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com