Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pelaku Bom Bunuh Diri Sri Lanka Pakai Peledak yang Disukai ISIS

Kompas.com - 21/05/2019, 16:07 WIB
Ardi Priyatno Utomo

Penulis

Sumber AFP

COLOMBO, KOMPAS.com - Otoritas Sri Lanka mengungkapkan adanya keterlibatan pihak asing dalam ledakan bom di gereja dan hotel mewah yang terjadi pada April lalu.

Diberitakan AFP Selasa (21/5/2019), polisi menuturkan bom yang dipakai dalam serangan 21 April yang menewaskan 250 orang itu dikenal sebagai "Ibu Setan".

Detektif menyatakan bom bunuh diri yang dipakai ketika perayaan Minggu Paskah itu dirakit militan lokal yang pernah gabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Baca juga: Gema Doa Iringi Satu Bulan Pascateror Bom Paskah Sri Lanka

Otoritas mengonfirmasi peledak itu bernama triacetone triperoxide atau TATP. Sebuah senyawa tidak stabil namun gampang dicampur yang sangat disukai ISIS.

Jenis peledak itu juga digunakan ketika serangan Paris 2015, serangan di Manchester Arena pada 2017, dan ledakan di gereja di Surabaya pada tahun lalu.

ISIS sudah mengklaim bahwa para pelaku ledakan bom bunuh diri Sri Lanka merupakan jaringannya. Namun penyelidik lokal maupun internasional tak semudah itu percaya.

Fokus mereka saat ini adalah mengorek sedalam mungkin seberapa jauh peran kekuatan asing dalam serangan yang juga melukai sekitar 500 orang itu.

"Kelompok ini dengan mudah mendapatkan akses ke bahan kimia serta pupuk sebagai bahan baku membuat peledak," ujar seorang penyidik anonim Sri Lanka.

Sumber itu menerangkan National Thawheeth Jamaath (NTJ) adalah kelompok yang bertanggung jawab atas serangan itu, dengan dugaan mereka mendapat bantuan dari ekstremis lain.

Detektif itu menjelaskan sangat kecil kemungkinan pelaku mendapatkan cara merakit bom itu hanya berbekal tutorial di YouTube. Aparat yakin, mereka tentu bertemu untuk berlatih.

Penyelidik awalnya meyakini peledak C4, yang digunakan oleh kelompok pemberontak Macan Tamil, merupakan bahan utama hingga uji forensik menemukan TATP.

Baca juga: Presiden Sri Lanka Bersumpah Hapuskan Ancaman Teror di Negaranya

Polisi juga memebenarkan bahan peledak berbobot 100 kg yang mereka temukan di sebuah rumah saat melakukan penggeledahan pada Januari lalu di berjenis TATP.

"Kelihatannya mereka menggunakan campuran TATP dan gelignite serta sejumlah bahan kimia lain saat serangan Minggu Paskah," tutur sumber tersebut.

Kini kepolisian melacak data perjalanan para pelaku serta terduga teroris lainnya untuk menyingkap di mana dan kapan pelatihan bom tersebut diadakan.

Pemimpin dan juga pelaku bom bunuh diri, Zahran Hashim, diketahui pernah berkelana di India beberapa bulan sebelumnya sebelum bergabung dengan pelaku lainnya.

Kepala militer Mahesh Senanayake mengatakan Hashim dilaporkan pergi ke Negara Bagian Tamil Nadu dan sempat menjalin kontak dengan kelompok ekstremis di sana.

Baca juga: Pascakerusuhan Anti-Muslim, Situasi di Sri Lanka Mulai Terkendali

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com