Irak Tangkap Pemimpin Tinggi ISIS yang Melarikan Diri ke Turki - Kompas.com

Irak Tangkap Pemimpin Tinggi ISIS yang Melarikan Diri ke Turki

Kompas.com - 16/02/2018, 00:04 WIB
Pejuang milisi di Irak mengangkat bendera Irak usai memenangi sebuah operasi melawan ISIS di Tal Afar.AHMAD AL-RUBAYE / AFP Pejuang milisi di Irak mengangkat bendera Irak usai memenangi sebuah operasi melawan ISIS di Tal Afar.

BAGHDAD, KOMPAS.com - Otoritas Irak pada Kamis (15/2/2018) mengatakan mereka telah berhasil untuk kali pertama mengekstradisi salah satu pemimpin tertinggi kelompok teroris ISIS dari Turki.

Ismail Alwan Salman al-Ithawi telah dilacak hingga ke wilayah Sakarya di Turki. Dia lantas ditahan dan kini dikirim kembali melalui kerja sama antara agen intelijen Turki, Irak, dan AS.

Disampaikan pejabat senior Unit Perburuan Anggota ISIS Falcons dari Kementerian Dalam Negeri Irak kepada AFP.

"Anggota unit kami telah berhasil menyisip ke tingkat tertinggi kelompok itu dan akhirnya berhasil menahan pemimpin mereka," kata pejabat itu.

Baca juga: Pasukan Khusus Polisi Rusia Tembak Mati 2 Terduga Anggota ISIS

Ditambahkannya, Ithawi yang berasal dari kota Ramadi, Irak, yang berusia 55 tahun itu, merupakan menteri kelompok ISIS yang bertanggung jawab atas fatwa agama dan memimpin sebuah komite yang menunjuk anggota senior.

Ithawi disebut telah melarikan diri dari kelompok yang telah terusir dari Suriah itu dan kini tinggal dengan menggunakan nama saudaranya di utara Turki.

"Kami meminta duta besar kami di Ankara untuk turun tangan dengan pihak berwenang Turki melalui surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh pengadilan Irak dan juga foto terbaru Ismail," kata pejabat itu.

ISIS telah menduduki sejumlah wilayah di Suriah dan utara Irak dengan cepat pada 2014 dan mulai menyebar ancaman teror ke seluruh wilayah selama tiga tahun.

Baca juga: Hancur karena ISIS, Irak Butuh Rp 1.200 Triliun untuk Rekonstruksi

Namun wilayah kelompok teroris itu telah disapu bersih di Irak dan semakin berkurang di Suriah berkat perlawanan yang dilakukan kedua negara.

Kini fokus beralih pada melacak para pemimpin dan tokoh senior kelompok tersebut dan juga sisa-sisa anggotanya.


Komentar

Terkini Lainnya

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Internasional
Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Megapolitan
Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Nasional
Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Regional
Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Regional
Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Elektronik dan Sembako

Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Elektronik dan Sembako

Regional
Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Nasional
Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Megapolitan
Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Internasional
'Underpass' Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

"Underpass" Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

Megapolitan
Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Internasional
Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Regional
Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Nasional
Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Regional
Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Regional

Close Ads X