Penyelundupan Manusia, 22 Imigran Sembunyi Dalam Truk Pengaduk Semen - Kompas.com

Penyelundupan Manusia, 22 Imigran Sembunyi Dalam Truk Pengaduk Semen

Kompas.com - 15/02/2018, 23:01 WIB
Hasil foto sinar-x memperlihatkan orang-orang yang bersembunyi di dalam truk pengaduk semen.WAM via KHALEEJ TIMES Hasil foto sinar-x memperlihatkan orang-orang yang bersembunyi di dalam truk pengaduk semen.

SHARJAH, KOMPAS.com - Upaya penyelundupan imigran ilegal menggunakan truk pengaduk semen berhasil digagalkan otoritas bea cukai dan petugas perbatasan Uni Emirat Arab (UEA).

Sebanyak 22 imigran ketahuan bersembunyi di bagian pengaduk pada truk tersebut saat akan melintasi perbatasan Khatam Milaha. Para migran terdeteksi oleh alat pemindai sinar-x yang dapat mendeteksi suhu tubuh.

Kepala Badan Bea Cukai Federal, Komisaris Ali bin Subaih Al Kaabi mengatakan, sebelumnya mereka telah memperingatkan departemen bea cukai di daerah akan adanya upaya penyelundupan imigran itu.

"Kami diberitahu akan ada upaya menyelundupkan sejumlah imigran ke dalam negeri," kata direktur perbatasan Khatam Milaha, Mohammed Al Raisi, yang mengungkapkan upaya penyelundupan itu terjadi pada pekan pertama Februari lalu.

Baca juga: Berselisih karena Antre Makanan, Imigran di Perancis Terlibat Tawuran

Sebuah alat pindai sinar-x dipasang di titik inspeksi yang dengan jelas memperlihatkan 22 imigran, termasuk orang Asia dan wanita Afrika sedang bersembunyi di dalam pengaduk semen.

Pejabat kepolisian mengatakan kepada Gulf News, mereka sempat terkejut saat melihat hasil pindaian alat sinar-x.

Usai memastikan adanya upaya penyelundupan, petugas perbatasan meminta bantuan kepolisian Kalba. Mereka khawatir orang-orang yang tengah bersembunyi adalah orang berbahaya.

"Pengemudi kemudian kami minta untuk membuka penutup bagian atas mengaduk dan meminta orang-orang yang ada di dalamnya untuk keluar secara teratur," kata petugas.

Setelahnya, para tersangka ditahan kepolisian untuk dimintai keterangan dan dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Kasus ini juga telah diajukan kepada penuntut umum untuk ditindak lanjuti.

"Petugas bea cukai telah menggagalkan upaya penyelundupan manusia itu. Apa yang mereka lakukan dengan bersembunyi dalam alat pengaduk tentu berbahaya. Mereka melakukannya demi menghindari pos pemeriksaan," lanjut petugas.

Baca juga: Patroli Perbatasan Gagalkan Penyelundupan Imigran Ilegal ke Meksiko


Komentar

Terkini Lainnya

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Internasional
Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Megapolitan
Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Nasional
Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Regional
Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Regional
Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Regional
Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Nasional
Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Megapolitan
Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Internasional
'Underpass' Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

"Underpass" Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

Megapolitan
Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Internasional
Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Regional
Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Nasional
Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Regional
Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Regional

Close Ads X