Penembakan Massal Florida, Trump Perintahkan Bendera Setengah Tiang - Kompas.com

Penembakan Massal Florida, Trump Perintahkan Bendera Setengah Tiang

Kompas.com - 15/02/2018, 21:54 WIB
Pelaku penembakan di Marjory Stoneman Douglas, Florida, Amerika Serikat, bernama Nikolaus Cruz (19) berhasil dibekuk polisi. (CNN) Pelaku penembakan di Marjory Stoneman Douglas, Florida, Amerika Serikat, bernama Nikolaus Cruz (19) berhasil dibekuk polisi. (CNN)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di seluruh gedung pemerintah.

Keputusan itu dibuat pasca-insiden penembakan massal di SMA Marjory Stoneman Douglas Rabu (14/2/2018) yang menewaskan 17 orang.

"AS berduka atas keluarga yang kehilangan anggotanya dalam kejadian tersebut," kata dikutip oleh kantor berita AFP Kamis (15/2/2018).

Trump juga berkicau di Twitter mengomentari pelaku penembakan, Nikolas Cruz, yang mempunyai masalah kejiwaan. Bahkan hingga dikeluarkan dari sekolah.

Baca juga : 17 Orang Tewas dalam Insiden Penembakan Sekolah di Florida

"Tetangga dan teman sekelasnya tahu kalau dia adalah biang keonaran. Selalu laporkan jika ada orang seperti dia kepada otoritas!" tutur Trump.

Selain itu, Sekretaris Gedung Putih, Sarah Sanders berujar, Trump bakal memberikan pernyataan publik atas insiden itu.

Cruz melakukan aksi penembakan dengan memulainya dari luar sekolah, dan kemudian mulai masuk ke dalam.

Dalam menjalankan aksinya, Cruz mengenakan perlengkapan militer antara lain rompi anti-peluru, granat asap, senapan serbu semi-otomatis AR-15, dan masker.

Sebanyak 17 orang tewas dengan rincian 12 orang ditemukan di dalam sekolah, satu orang ditembak di jalan, serta dua orang meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Oleh teman serta gurunya, Cruz dikenal mempunyai masalah temperamen, dan maniak senjata.

Dia dikeluarkan dari sekolah, dan dilarang untuk mendekat ke kawasan tersebut karena mengancam siswa lain.

Baca juga : Trump Kirim Ucapan Duka untuk Korban Penembakan Sekolah di Florida


Komentar

Terkini Lainnya

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Internasional
Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Megapolitan
Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Nasional
Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Regional
Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Regional
Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Regional
Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Nasional
Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Megapolitan
Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Internasional
'Underpass' Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

"Underpass" Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

Megapolitan
Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Internasional
Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Regional
Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Nasional
Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Regional
Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Regional

Close Ads X