Polisi Afsel Serbu Rumah Sekutu Zuma yang Diduga Korupsi - Kompas.com

Polisi Afsel Serbu Rumah Sekutu Zuma yang Diduga Korupsi

Kompas.com - 14/02/2018, 18:12 WIB
Keluarga Gupta. Keluarga yang berasal dari Uttar Pradesh, India ini diyakini sebagai sekutu Presiden Jacob Zuma, dan diduga melakukan tindak korupsi demi mengamankan kepentingan bisnis.BBC/Gallo Images Keluarga Gupta. Keluarga yang berasal dari Uttar Pradesh, India ini diyakini sebagai sekutu Presiden Jacob Zuma, dan diduga melakukan tindak korupsi demi mengamankan kepentingan bisnis.

CAPE TOWN, KOMPAS.com - Kepolisian Afrika Selatan (Afsel) dilaporkan melaksanakan operasi penggerebekan terhadap rumah pengusaha keluarga bernama Gupta.

Dilansir AFP, operasi tersebut dilakukan pada Rabu (14/2/2018) pagi waktu setempat di Saxonwold, sebuah kawasan di pinggiran Johannesburg.

Seperti dilaporkan oleh BBC pada November 2016, Gupta adalah keluarga yang dikenal dekat dengan Presiden Jacob Zuma.

Mereka merupakan tiga bersaudara. Yakni Ajay Gupta, Atul Gupta, dan Rajesh Gupta, atau yang akrab dipanggil Tony.

Baik anak maupun istri Zuma semuanya pernah, atau sedang bekerja sebagai karyawan di Sahara Group, nama perusahaan yang didirikan keluarga asal Uttar Pradesh, India itu.

Baca juga : Partai Penguasa Afsel Bersiap Pecat Presiden Jacob Zuma

Mereka merupakan sekutu dekat Zuma, dan dituding mengamankan kepentingan bisnis mereka dengan melakukan tindakan korupsi.

Maret 2016, Wakil Menteri Keuangan Mcebisi Jonas bercerita, Gupta pernah menawari mereka jabatan sebagai Menteri Keuangan di 2015.

Kemudian di 2010, mantan anggota Parlemen Afsel asal partai berkuasa Kongres Nasional Afrika (ANC) Vytjie Mentor, mengaku diajak bertemu di mansion Gupta.

Mentor berkata, saat itu Gupta berkata mereka bisa memberikan jabatan Menteri Usaha Publik. Keluarga Gupta langsung mengeluarkan pernyataan resmi bahwa mereka membantah hal itu.

Dua tahun berlalu, polisi melalui juru bicaranya, Hangwani Mulaudzi, kini menggelar operasi untuk membuktikan tuduhan.

"Kami baru saja meninggalkan tempat mereka setelah menyelidiki isu tentang 'mengamankan negara'," kata Mulaudzi.

Operasi itu terjadi di tengah rencana ANC untuk memakzulkan Zuma yang sudah dituding korupsi selama delapan tahun kepemimpinannya.

Sebelumnya pada Senin (12/2/2018), Ketua ANC, Cyril Ramaphosa, telah memberikan tenggat waktu 48 jam kepada Zuma untuk mengundurkan diri.

Namun, Zuma bersikukuh untuk tetap mempertahankan jabatannya sebagai presiden keempat Afsel sejak era Aparhteid.

Dilaporkan oleh Eyewitness News, suasana tenang nampak terjadi di kediaman Zuma di Pretoria.

"Sebuah konvoi berisi lima kendaraan terlihat keluar dari kediaman presiden. Namun, tidak diketahui siapa yang berada dalam mobil," ujar Eyewitness News.

Baca juga : Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma Bakal Dilengserkan?


Komentar

Close Ads X