Para Ilmuwan Klaim Berhasil Pecahkan Misteri "Mumi Berteriak" - Kompas.com

Para Ilmuwan Klaim Berhasil Pecahkan Misteri "Mumi Berteriak"

Kompas.com - 13/02/2018, 19:16 WIB
Mumi ini ditemukan di Mesir pada 1886 dan sejak saat itu memunculkan misteri karena wujudnya yang tak lazim.Ahram Online Mumi ini ditemukan di Mesir pada 1886 dan sejak saat itu memunculkan misteri karena wujudnya yang tak lazim.

KAIRO, KOMPAS.com — Setelah hampir 140 tahun, para pakar kini yakin telah memecahkan misteri mumi dengan wajah "berteriak" yang ditemukan pada 1886.

Mumi yang kondisinya amat baik itu ditemukan di Deir El- Bahari, Mesir, dan selama ini dijuluki "Mumi Berteriak".

Jenazah pria itu diawetkan dalam posisi yang amat berbeda dengan mumi-mumi lain yang ditemukan sebelumnya.

Mumi ini ditemukan dalam kondisi tangan dan kaki terikat tali kulit dan tubuhnya dibalut kulit domba yang menunjukkan bahwa jenazah itu tidak "bersih".

Baca juga: Mumi Abad Ke-18 Penderita Sifilis Diyakini Leluhur Menlu Inggris

Setelah berbagai spekulasi, kini para ilmuwan yakin telah memecahkan rahasia di balik mumi yang misterius ini.

Para ilmuwan menduga, mumi itu adalah jenazah putra Raja Ramses III yang berencana membunuh ayahnya.

Saat rencana itu terungkap, Ramses III menjatuhkan hukuman gantung kepada putra kandungnya tersebut.

Kementerian Kepurbakalaan Mesir yakin tanda berupa goresan di leher mumi itu merupakan bukti bahwa dia meninggal karena digantung.

Kesimpulan ini berkaitan dengan teks kuno "Konspirasi Haren" yang menceritakan rencana Pangeran Pentawere dan istrinya, Ratu Tiye, untuk membunuh Ramses III.

Pengaran Pentawere dan Ratu Tiye adalah putra dan menantu Raja Ramses III.

"Mumi Tuan E atau mumi berteriak sudah lama memusingkan para ilmuwan," kata pakar sejarah Mesir, Zahi Hawass, yang juga mantan Menteri Kepurbakalaan Mesir.

"Prosesi mumifikasi yang berbeda ini membingungkan para ahli dan tak seorang pun mengetahui kisah di baliknya hingga proyek mumi Mesir diluncurkan beberapa tahun lalu," ujar Hawass kepada Ahram Online.

"Proyek itu digelar untuk melengkapi basis data tentang informasi forensik terkait koleksi mumi di Museum Mesir," tambah Hawass.

Sejauh ini, diyakini Ramses III tewas dibunuh meski pembunuhan itu masih menjadi misteri. Pemindaian CT mengindikasikan Ramses III tewas karena luka di lehernya.

Sejumlah naskah kuno juga mengindikasikan mereka yang terlibat persekongkolan pembunuhan Ramses II ditangkap, tetapi proses pengadilan mereka tak pernah tercatat.

Baca juga: Infeksi Hepatitis Ada Sejak Ratusan Tahun, Mumi Anak Ini Buktinya

Apakah mumi itu benar-benar Pangeran Pentawere atau bukan belum dapat dipastikan. Namun, yang jelas para pakar sepakat jenazah itu dimakamkan dalam situasi yang tak lazim.

Mumi yang juga disebut "Tuan E yang Tak Dikenal" kini tengah dipamerkan di Museum Sejarah Mesir di Kairo untuk pertama kalinya.



Komentar

Close Ads X