Sekolah di AS Ini Larang Siswa Wanita Tolak Ajakan Berdansa - Kompas.com

Sekolah di AS Ini Larang Siswa Wanita Tolak Ajakan Berdansa

Kompas.com - 13/02/2018, 14:58 WIB
SD Kanesville dari tampak depan. Di sana, murid perempuan dilarang untuk menolak jika diajak berdansa oleh siswa laki-laki.Google via Daily Mirror SD Kanesville dari tampak depan. Di sana, murid perempuan dilarang untuk menolak jika diajak berdansa oleh siswa laki-laki.

WEST HAVEN, KOMPAS.com - Natalie Richard awalnya hanya menganggap cerita putrinya bahwa di sekolahnya, murid wanita dilarang menolak jika diajak berdansa oleh murid laki-laki, sebagai candaan.

Namun, alangkah kecewa dan marah ketika Richard menanyakan peraturan itu kepada guru putrinya, dan mendapat jawaban bahwa hal itu benar.

"Ketika gurunya berkata dia tidak bisa menolak, saya hanya bisa berkata 'maaf?'" keluh Richard seperti dilansir Fox13 via Daily Mirror Senin (12/2/2018).

Richard kemudian mencoba membawa permasalahan ini ke Dewan Guru SD Kanesvilla di Weber County. Namun, jawaban yang diterima membuatnya makin kecewa.

Baca juga : Seragam Serharga Rp 10 Juta, Sekolah Ini Menuai Banyak Protes

"Mereka menjelaskan kalau peraturan ini sudah ada sejak lama, dan belum ada diterima keluhan," kata Richard.

Ucapan Richard tersebut diperkuat oleh keterangan anggota Distrik Sekolah Weber, Lane Findlay.

Dalam pernyataan Findlay, aturan itu dibuat agar siswa perempuan tidak terkesan eksklusif, dan membaur dengan murid pria.

"Kami berniat mempromosikan nilai kebaikan dan saling menghormati antar-sesama murid," kata Findlay.

Selain itu, lanjut Findlay, murid perempuan sebelumnya mendapat kartu agar diisi lima nama siswa laki-laki yang ingin mereka ajak berdansa.

Namun, argumentasi itu langsung disanggah oleh Richard. Penolakan, papar dia, merupakan bagian dari proses pendewasaan seseorang.

"Saya tidak bisa membayangkan dampak psikologis yang diterima gadis kecil jika mereka harus mengiyakan apapun permintaan pria," jelas Richard.

Richard kemudian menawarkan diri untuk mensosialisasikan aturan itu kepada para orangtua murid.

Baca juga : Nasib Sekolah di Perbatasan, Guru Hanya Satu Orang dan Kapur Tulis Habis


Komentar

Close Ads X