Ibu di AS Tewas karena Tak Tebus Obat Flu yang Mahal - Kompas.com

Ibu di AS Tewas karena Tak Tebus Obat Flu yang Mahal

Kompas.com - 13/02/2018, 09:17 WIB
Heather Holland (38) dan suaminya Frank. (Daily Mail)

Heather Holland (38) dan suaminya Frank. (Daily Mail)


WEATHERFORD, KOMPAS.com — Seorang ibu di Amerika Serikat meninggal akibat komplikasi flu setelah tidak menebus obat yang diresepkan dokter karena terlalu mahal.

Heather Holland (38) yang merupakan guru di Sekolah Dasar Ikard di Weartherford, Texas, mulai menunjukkan gejala flu sekitar seminggu sebelum kematiannya pada Minggu (11/2/2018).

Holland pergi ke dokter dan diberi obat flu. Namun, saat hendak mengambilnya, dia mengetahui biaya obat tersebut mencapai 116 dollar AS atau Rp 1,5 juta.

Namun, dia memutuskan tidak menebus obat tersebut.

Ketika suami Holland, Frank, mengetahui istrinya tidak jadi membeli obatnya, dia segera kembali ke apotek dan menebus obat yang diresepkan untuk Holland pada Kamis (8/2/2018).

Baca juga: Korban Jiwa akibat Penyakit Flu di Inggris Capai 231 Orang

"Pada Jumat malam, kondisinya memburuk dengan cepat dan dia harus dirawat di ruang gawat darurat," kata Frank.

Pada Minggu (11/2/2018) pagi, Holland mengembuskan napas terakhir karena komplikasi flu. Dia meninggalkan suami dan dua anak berusia 10 tahun dan 7 tahun.

"Kami sudah lama bersama, dia lebih dari separuh hidupku. Dia adalah sahabat terbaikku, belahan jiwaku, segalanya bagiku," ucap Frank.

Lembaga proteksi kesehatan nasional di AS, CDC, menyatakan, flu musiman akhir-akhir ini menjadi yang terburuk sepanjang sejarah.

Baca juga: Benarkah Penggunaan Masker Bedah Dapat Mencegah Flu?

Pada hari yang sama dengan kematian Holland, Aaron Masterson (12) dinyatakan mati otak setelah fibrosis kistik yang dideritanya membuat flunya menjadi mematikan.

Aaron meninggal malam itu, membuatnya menjadi salah satu dari 53 anak yang terbunuh karena flu. Sementara Heather menjadi korban ke-21 di daerah Dallas Fort Worth, Texas.


Komentar

Close Ads X