Muat Artikel Cara Mengenali Gay, Surat Kabar Malaysia Dikritik - Kompas.com

Muat Artikel Cara Mengenali Gay, Surat Kabar Malaysia Dikritik

Kompas.com - 12/02/2018, 21:24 WIB
Arwind Kumar, seorang aktivis Malaysia merekam reaksinya terkait artikel cara mengenali orang gay dan lesbian yang dimuat di surat kabar Sinar Harian.Youtube Arwind Kumar, seorang aktivis Malaysia merekam reaksinya terkait artikel cara mengenali orang gay dan lesbian yang dimuat di surat kabar Sinar Harian.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Surat kabar terkemuka di Malaysia yang memuat artikel dan poin-poin cara mengenali gay dan lesbian menuai kecaman dari aktivis. Pasalnya, hal itu dianggap dapat menempatkan orang lain dalam bahaya.

Surat kabar Sinar Harian memuat sebuah artikel yang dilengkapi poin keterangan cara mengenali seorang penyuka sesama jenis.

Dilansir dari The Guardian, dalam poin artikel itu, salah satunya menyebut cara berpakaian dan penampilan seseorang yang kemungkinan adalah gay maupun lesbian.

Baca juga: Remaja di Inggris Disiksa agar Mengaku Gay

Saat homoseksualitas dianggap ilegal di Malaysia, dengan hukuman hingga 20 tahun penjara, para aktivis menyerukan agar media dapat lebih lunak dalam menampilkan pemberitaan seputar hal tersebut.

Di Malaysia, sejumlah kasus penganiayaan yang berujung pada kematian sempat terjadi dengan dipicu dugaan terhadap korban adalah homoseksual maupun transgender.

Pada Juni 2017, seorang siswa berusia 18 tahun, T Nhaveen, meninggal dunia akibat dipukuli dan dibakar oleh teman sekelas yang menyebutnya sebagai "pondan", istilah untuk menyebut pria gay.

Seorang wanita transgender berusia 27, Sameera Krishnan, juga tewas akibat ditusuk dan ditembak di toko bunga miliknya beberapa bulan kemudian.

Aktivis sosial, Arwind Kumar pun mengecam artikel dalam surat kabar itu dengan mengatakan tulisan itu dapat membahayakan nyawa seseorang.

"Masih banyak isu penting di negeri ini. Jika Anda ingin mendidik masyarakat, jelaskan tentang sifat pedofil, penganiaya, pembunuh, atau penculik. Orang-orang yang benar-benar membahayakan nyawa orang lain."

"Bagaimana seorang gay dapat berbahaya bagi hidup Anda?" kata Kumar dalam sebuah video yang diunggahnya di situs berbagi video Youtube.

Baca juga: Anggota Gay Parlemen Australia Lamar Pasangannya di Tengah Sidang


Komentar

Terkini Lainnya

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Internasional
Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Megapolitan
Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Nasional
Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Regional
Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Regional
Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Regional
Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Nasional
Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Megapolitan
Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Internasional
'Underpass' Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

"Underpass" Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

Megapolitan
Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Internasional
Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Regional
Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Nasional
Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Regional
Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Regional

Close Ads X