Lagi, Sekelompok Gajah Liar Mati Tertabrak Kereta di India - Kompas.com

Lagi, Sekelompok Gajah Liar Mati Tertabrak Kereta di India

Kompas.com - 12/02/2018, 17:40 WIB
Warga melihat gajah liar yang terluka akibat tertabrak kereta di dekat stasiun kereta Habaipur di distrik Hojai, Minggu (11/2/2018).Biju Boro / AFP Warga melihat gajah liar yang terluka akibat tertabrak kereta di dekat stasiun kereta Habaipur di distrik Hojai, Minggu (11/2/2018).

ASSAM, KOMPAS.com - Sebuah kereta penumpang jurusan Guwaharti-Silchar menabrak kawanan gajah liar yang menyeberang rel kereta di distrik Hojai, Assam, pada Sabtu (11/2/2018).

Dilansir dari Hindustan Times, insiden terjadi sekitar pukul 21.30 waktu setempat di dekat stasiun Habaipur, sekitar 180 kilometer ke arah timur ibu kota negara bagian tersebut.

Akibat kecelakaan, mesin kereta tergelincir dari lintasan, namun tidak ada penumpang yang terluka. Hanya saja, empat ekor gajah liar mati dan seekor lainya terluka parah.

Baca juga: Sekelompok Banteng Selamatkan Bayi Gajah dari Serangan Singa

Kereta pengganti lantas dikirimkan dari stasiun di kota Lumding untuk mengangkut para penumpang dan mengantarkan hingga stasiun tujuan.

Penduduk lokal mengatakan, lokasi terjadinya kecelakaan memang telah diketahui sebagai jalur perjalanan gajah liar. Sesaat sebelum tabrakan, penduduk bahkan mencoba menghentikan kereta yang melintas karena sedang ada kawanan gajah yang menyeberang.

Jumlah kematian gajah liar di Assam akibat kecelakaan terus meningkat. Tak hanya mati tertabrak kereta, gajah liar juga kerap menjadi korban racun oleh petani.

Pejabat dari Badan Margasatwa Dunia (WWF) mengatakan, wilayah Assam di mana angka kematian gajah liarnya meningkat, telah kehilangan sekitar 70 persen wilayah hutannya, sehingga memaksa hewan liar berkeliaran ke desa-desa.

Departemen Kehutanan Assam membangun ruang kontrol di kantor divisi untuk mengawasi pergerakan gajah liar, serta membentuk tim anti-pembantaian dengan dukungan warga lokal demi mengatasi masalah tersebut.

Sementara Badan Perkeretaapian India telah menggelar pelatihan untuk membangun kesadaran para masinis terkait pergerakan kawanan gajah yang kerap melintasi jalur kereta.

Baca juga: Kereta Api Tabrak 5 Ekor Gajah di India

Menurut sensus 2011, ada 5.620 gajah liar di Assam, yang tertinggi di India. Namun kini, gajah Asia asli Assam telah dinyatakan sebagai hewan terancam punah oleh Perhimpunan Internasional untuk Konversi Alam.


Komentar

Terkini Lainnya

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Internasional
Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Megapolitan
Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Nasional
Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Regional
Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Regional
Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Regional
Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Nasional
Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Megapolitan
Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Internasional
'Underpass' Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

"Underpass" Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

Megapolitan
Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Internasional
Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Regional
Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Nasional
Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Regional
Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Regional

Close Ads X