"Hadiah" Ulang Tahun, Pria Ini Selamat dari Kecelakaan Pesawat Rusia - Kompas.com

"Hadiah" Ulang Tahun, Pria Ini Selamat dari Kecelakaan Pesawat Rusia

Kompas.com - 12/02/2018, 15:16 WIB
Maksim Kolomeitsev bersama pacarnya, Nadezhda.East2West News via New York Post Maksim Kolomeitsev bersama pacarnya, Nadezhda.

MOSKWA, KOMPAS.com - Maksim Kolomeitsev mendapat "hadiah" tak terlupakan di hari ulang tahunnya; selamat dari maut karena tidak jadi menaiki Saratov Airlines.

Minggu (11/2/2018), pesawat Antonov An-148 milik maskapai Rusia itu jatuh di Distrik Ramesky, pinggiran Moskwa, beberapa menit pasca-lepas landas dari Bandara Domodedovo.

Komite Investigasi Rusia mengatakan, seluruh penumpang dan kru yang berjumlah 71 orang dipastikan tewas.

Kepada Russian Today, Kolomeitsev bercerita awalnya dia berencana merayakan ulang tahun di kota kelahirannya, Orsk.

Tiket sudah dipesan untuk dua orang bagi dia dan pacaranya, Nadezhda. Bahkan Kolomeitsev telah menyewa mobil untuk dikirim ke Orsk.

Baca juga : Pesawat Penumpang Rusia Jatuh, 71 Orang Dikhawatirkan Tak Selamat

Namun, dua pekan sebelum berangkat, Kolomeitsev diberi tahu oleh perusahaan persewaan mobil bahwa pengiriman mobilnya mengalami penundaan.

Jadilah, agen real estate tersebut harus mengembalikan tiket pesawat yang terlanjur dia pesan.

Sebuah keputusan yang menghabiskan 170 dolar AS, sekitar Rp 2,3 juta, namun bakal disyukuri seumur hidupnya.

"Saya tidak menyangka bahwa keberuntungan masih berpihak kepada saya," kata Kolomeitsev yang tinggal di Sochi itu.

Kolomeitsev mengaku mendengar berita itu dari seorang teman yang seharusnya dia temui di Bandara Orsk.

Awalnya, pria 35 tahun tersebut mengira ucapan itu hanyalah sebuah candaan untuk merayakan ulang tahunnya.

Namun, dia kemudian terkesiap tatkala mengetahui kebenaran kabar kecelakaan itu setelah menonton televisi.

"Ini sangat mengerikan. Saya tidak bisa membayangkan jika salah satu dari orang yang saya kasihi berada dalam penerbangan tersebut," jelas Kolomeitsev.

Kolomeitsev kemudian menyatakan belasungkawa terhadap keluarga para penumpang Saratov Airlines.

Komite Investigasi Rusia menyatakan, banyak kemungkinan penyebab dari kecelakaan pesawat jurusan Moskwa-Orsk itu, termasuk kondisi cuaca.

Adapun Rusia sedang mengalami hujan salju lebat dalam beberapa pekan terakhir.

Selain itu, faktor kesalahan manusia dan kegagalan teknis juga akan dipertimbangkan dalam penyelidikan. Namun, pihak berwenang tidak menyebutkan kemungkinan adanya terorisme.

Baca juga : Pesawat Penumpang Rusia Jatuh, Seluruh Penumpang dan Kru Tewas


Komentar

Terkini Lainnya

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Internasional
Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Megapolitan
Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Nasional
Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Regional
Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Regional
Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Regional
Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Nasional
Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Megapolitan
Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Internasional
'Underpass' Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

"Underpass" Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

Megapolitan
Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Internasional
Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Regional
Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Nasional
Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Regional
Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Regional

Close Ads X