Suriah Tembak Jatuh Jet Tempur Israel - Kompas.com

Suriah Tembak Jatuh Jet Tempur Israel

Kompas.com - 10/02/2018, 23:31 WIB
Petugas tengah menyelidiki bangkai jet tempur F-16 milik Israel yang jatuh di Kibbutz, sebuah wilayah di utara Israel Sabtu (10/2/2018). Jet tempur itu ditembak ketika menggelar operasi untuk menargetkan basis milik Iran di Suriah.Jack GUEZ/AFP Petugas tengah menyelidiki bangkai jet tempur F-16 milik Israel yang jatuh di Kibbutz, sebuah wilayah di utara Israel Sabtu (10/2/2018). Jet tempur itu ditembak ketika menggelar operasi untuk menargetkan basis milik Iran di Suriah.

TEL AVIV, KOMPAS.com —  Sebuah jet tempur Israel dilaporkan ditembak jatuh oleh Suriah ketika tengah melakukan operasi di sasaran yang diduga milik Iran.

Jet tempur itu ditembak jatuh di Kibbutz, sebuah wilayah di Harduf yang terletak di sebelah utara Israel.

BBC Indonesia mewartakan, Sabtu (10/2/2018), dalam pernyataannya, saat itu pesawat F-16 mereka sedang melancarkan serangan balasan.

Serangan tersebut digelar setelah helikopter mereka mencegat sebuah UAV atau pesawat tak berawak, yang diduga diluncurkan Iran dari Suriah.

"UAV itu berhasil dijatuhkan di wilayah kami," ujar juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Brigjen Ronen Manelis.

Baca juga: Pesawat Ditembak Jatuh, Rusia Perintahkan Jet Tempur Terbang Lebih Tinggi

Karena itu, Israel kemudian langsung melancarkan tindakan tanggapan dengan mengerahkan F-16.

Namun, seperti dikatakan oleh juru bicara IDF yang lain Jonathan Conricus, sistem pertahanan anti-serangan udara Suriah langsung bereaksi dengan menyerang F-16 Israel.

Untungnya, dua pilot jet tempur itu berhasil lolos dengan melontarkan diri dari pesawat. Saat ini, dua pilot itu mendapat perawatan di rumah sakit.

"Iran bertanggung jawab atas tindakan yang melanggar kedaulatan negara kami," kata Conricus dalam kicuannya di Twitter.

Kantor berita pemerintah, SANA yang mengutip sumber di militer berkata, Damaskus hanya berusaha merespons "agresi" yang dilakukan Israel.

"Israel telah menyerang basis militer kami. Sistem pertahanan udara kami telah menghancurkan lebih dari satu pesawat," kata sumber tersebut.

Iran, bersama dengan Rusia, adalah pendukung utama rezim Presiden Bashar al-Assad yang memerangi pemberontak sejak 2011.

Pada November 2017, intelijen dari negara Barat memberi tahu bahwa Iran tengah membangun pangkalan militer di Suriah.

"Kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi," ujar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Koresponden BBC di Timur Tengah, Tom Bateman, mengatakan, serangan Israel ke Suriah bukan sesuatu yang baru.

"Namun, penembakan jet tempur Israel adalah salah satu tindakan yang paling serius," kata Bateman.

Baca juga: Jet Tempur Rusia Tempel Pesawat AS dalam Jarak 1,5 Meter


Komentar

Close Ads X