Sudah 2 Tahun, Sopir Taksi Ini Antar Pria Tua ke RS Tanpa Biaya - Kompas.com

Sudah 2 Tahun, Sopir Taksi Ini Antar Pria Tua ke RS Tanpa Biaya

Kompas.com - 08/02/2018, 19:35 WIB
Gu Chenming dan dua pelanggan tetapnya.SCMP Gu Chenming dan dua pelanggan tetapnya.

BEIJING, KOMPAS.com - Di dunia yang semakin individualis ini ternyata masih banyak orang baik yang rela membantu sesamanya tanpa pamrih.

Salah satunya adalah Gu Chenming, seorang pengemudi taksi di kota Shenyang, provinsi Liaoning, wilayah utara China.

Setiap hari Gu bangun pukul 04.30 untuk memulai pekerjaannya mencari penumpang di berbagai sudut kota.

Namun, setiap Selasa dan Jumat pada pukul 06.30, Gu memiliki tugas rutin yaitu menjemput  Du Huaijie, pria berusia akhir 60-an yang hanya bisa duduk di kursi roda.

Baca juga : Arab Saudi Siapkan Aturan Izinkan Perempuan Jadi Sopir Taksi

Sejak dua tahun terakhir Du Huaijie dan istrinya Guo Li menjadi "pelanggan" tetap taksi yang dikemudikan Gu Chenming.

Sebab, setiap dua hari dalam sepekan Du harus menjalani cuci darah. Dan selama dua tahun terakhir, Du selalu menggunakan taksi yang dikemudikan Gu Chenming untuk menuju ke rumah sakit.

Tak hanya mengantar, pada pukul 11.00, Gu Chenming akan menjemput Du dan istrinya di rumah sakit dan mengantar mereka pulang.

Hebatnya, selama dua tahun terakhir Gu Chenming tidak menarik bayaran alias menggratiskan ongkos taksi bagi pria tua itu.

Gu pertama kali bertemu pasangan suami istri itu pada 2016 tepat di liburan tahun baru China.

Saat itu, Du dan istrinya sudah menunggu taksi selama lebih dari setengah jam di tengah cuaca dingin untuk mengantar mereka ke rumah sakit.

Selain itu, pasangan suami istri ini tidak tahu cara membayar taksi dengan menggunakan aplikasi, sebuah metode pembayaran yang lumrah di kota-kota besar China saat ini.

Merasa tersentuh dengan kesulitan keduanya, Gu kemudian menolak menerima uang yang mereka berikan dan menawarkan diri untuk mengantar mereka dua kali sepekan ke rumah sakit.

"Saya merasa iba kepada mereka, dan saya amat memahami penderitaan mereka sebagai pasien," ujar Gu.

Gu bisa memahami rasa menjadi seorang pasien rumah sakit karena dia juga mengidap diabetes.

Tiga kali sepekan, Gu harus menyuntik diri sendiri dengan menggunakan insulin.

"Beberapa kali saya mengajak mereka untuk makan malam tetapi mereka selalu menolak," ujar Gu.

Baca juga : Polisi Ringkus 2 Siswa Pembunuh Sopir Taksi Online di Semarang

Sementara Guo Li, istri Du Huaijie, mengatakan, dia ingin sekali mengucapkan terima kasih kepada Gu lewat perusahaannya.

"Namun, dia tak pernah mengatakan alamat perusahaannya. Dan saya hanya bisa mengucapkan terima kasih," ujar Guo Li.


Komentar

Close Ads X