Inikah Robot Mata-mata Buatan Rusia? - Kompas.com

Inikah Robot Mata-mata Buatan Rusia?

Kompas.com - 07/02/2018, 12:41 WIB
Seorang personel militer Rusia membawa Sphera yang diklaim merupakan robot pengumpul data intelijen di medan perang.Set-1/East2West News Seorang personel militer Rusia membawa Sphera yang diklaim merupakan robot pengumpul data intelijen di medan perang.

MOSKWA, KOMPAS.com - Di masa depan, militer Rusia mungkin tidak perlu mengirim tim intelijen untuk menganalisis medan perang.

Negeri "Beruang Merah" itu dilaporkan tengah mengembangkan sebuah robot yang bisa digunakan untuk kegiatan spionase.

Karena berfungsi sebagai robot mata-mata, maka bentuknya harus didesain se-efisien mungkin.

Diwartakan Daily Mirror Selasa (6/2/2018), robot tersebut berbentuk bola kecil berwarna hitam, dan dilengkapi dengan empat kamera.

Baca juga : Robot Seks Pintar untuk Jomblo dan Orang Tua Hadir di China

Dalam keterangan resmi, robot bernama Sphera itu diciptakan untuk mengumpulkan data intelijen ke medan yang sukar dijangkau oleh tentara.

Set-1 sebagai pengembang Sphera menyatakan, empat kamera yang dipasang memungkinkan robot tersebut mampu mengambil gambar dan suara secara 360 derajat.

Sphera diklaim mampu beroperasi dalam suhu minus 20 derajat Celcius hingga 45 derajat Celcius.

Seperti inilah bentuk Sphera, yang merupakan robot-mata milik Rusia.Set-1/East2West News Seperti inilah bentuk Sphera, yang merupakan robot-mata milik Rusia.

Baik suara maupun gambar dari Sphera dipancarkan melalui sinyal radio, dan bisa dikendalikan hingga jarak 50 meter.

"Uji coba pertama robot intelijen itu kami lakukan di medan konflik Suriah. Selama pengoperasian, segala kemampuan robot itu sudah dicatat," tutur Set-1.

Set-1 melanjutkan, mereka sudah menerima kritik dan saran dari personel lapangan untuk membuat Sphera menjadi lebih efektif.

"Kami akan mempertimbangkan berbagai usul tersebut dalam model Sphera selanjutnya," lanjut Set-1.

Dikabarkan, robot itu menjadi bagian dari perangkat intelijensi pintar yang dikembangkan selama masa pemerintahan Presiden Vladimir Putin.

Mirror memaparkan, harga satu unit Sphera adalah 18.500 poundsterling Inggris, atau sekitar Rp 349,6 juta.

Baca juga : Diduga Mata-mata Rusia, Tiga Pria Ditahan di Lithuania


EditorArdi Priyatno Utomo
Komentar

Close Ads X