Jenazah Pilot Pahlawan Rusia yang Tewas di Suriah Telah Dipulangkan - Kompas.com

Jenazah Pilot Pahlawan Rusia yang Tewas di Suriah Telah Dipulangkan

Kompas.com - 07/02/2018, 10:02 WIB
Bunga duka  ditempatkan di dekat potret pilot Rusia Roman Filipov, di Moskow. (EPA-EFE via Straits Times) Bunga duka ditempatkan di dekat potret pilot Rusia Roman Filipov, di Moskow. (EPA-EFE via Straits Times)


MOSKOW, KOMPAS.com - Jenazah pilot Rusia yang tewas dalam pertempuran dengan kelompok pemberontak Suriah telah dipulangkan ke negaranya.

Mayor Roman Filipov yang pesawatnya ditembak jatuh kelompok militan di Suriah dan meledakkan diri saat sudah terkepung itu juga dianugerahi gelar pahlawan.

Kementerian pertahanan Rusia pada Selasa (6/2/2018) mengatakan pemulangan jenazah Filipov merupakan hasil kerja sama dengan Turki.

"Kami bekerja sama dengan Turki. Kemudian, intelijen militer Rusia membawa kembali jenazah pilot ke Rusia, Mayor Roman Filipov, yang gugur sebagai pahlawan pada 3 Februari," kata kementerian pertahanan Rusia.

Baca juga : Ledakkan Diri Saat Dikepung Militan, Pilot Rusia Raih Medali Tertinggi

Kementerian pertahanan Rusia juga meminta bantuan Turki mengambil bangkai pesawat untuk penyelidikan.

Dalam sebuah pernyataan terpisah, pemerintah Rusia memberikan penghargaan tertinggi bagi Filipov atas aksi heroiknya.

Filipov akan dimakamkan pada Kamis (8/2/2018) wkatu setempat dengan upacara penghormatan militer di kota Voronezh, sekitar 500 km dari Moskow.

Pesawat tempur Su-25 yang diterbangkan Filipov ditembak jatuh di atas provinsi Idlib, Suriah, pada Sabtu (3/2/2018).

Filipov berhasil menyelamatkan diri dengan menggunakan kursi lontar tetapi mendarat di area yang masih dikuasai kelompok militan.

Baca juga : Pesawat Ditembak Jatuh, Rusia Perintahkan Jet Tempur Terbang Lebih Tinggi

Sebagian besar wilayah provinsi Idlib masih dikuasai kelompok Tahrir al-Sham atau sebelumnya dikenal dengan nama Front Al-Nusra.

Saat anggota kelompok itu menyerang Filipov, dia mengambil pistolnya lalu bertarung.

Sejumlah foto yang diunggah ke dunia maya menunjukkan Filipov setidaknya menghabiskan dua magasin peluru dalam pertarungan itu.

Saat Filipov terluka parah, anggota kelompok Tahrir al-Sham mengepung dia. Saat itulah Filipov meledakkan granatnya.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan dalam sebuah kunjungan ke Suriah pada Desember lalu mengenai tugas pasukan Rusia di Suriah telah selesai sebagian.

Lebih dari 40 prajurit Rusia dilaporkan telah terbunuh di Suriah sejak 2015.


EditorVeronika Yasinta
Komentar

Close Ads X