Narapidana Paedofil Tewas Dibunuh Rekan Satu Selnya - Kompas.com

Narapidana Paedofil Tewas Dibunuh Rekan Satu Selnya

Kompas.com - 05/02/2018, 12:41 WIB
Penjara.Thinkstock Penjara.

MIAMI, KOMPAS.com — Pemerinta Negara Bagian Florida mengatakan, seorang narapidana yang membunuh teman satu selnya pada 2015 kini tengah menanti sidang.

Harian The News Herald melaporkan, Frederick Patterson III (21), nama narapidana itu, mengaku dia telah membunuh teman satu selnya, Arthur Williams (82), pada 15 Januari 2015.

Saat diamankan, kepada para staf lembaga pemasyarakatan, Frederick hanya mengatakan, "Setidaknya saat ini satu pelaku pelecahan anak berkurang."

Saat ditanya maksud kalimatnya, Patterson mengatakan, dia membunuh William karena pria itu merupakan seorang paedofil.

Baca juga: Pakistan Berencana Hukum Mati Paedofil di Muka Publik

Patterson mengatakan, William bercerita bagaimana dia mendekati dan melecehkan anak-anak.

Mendengar kisah William itu, Patterson mengaku dia merasa jijik dan berniat membunuh teman satu selnya itu.

Patterson menambahkan, untuk mempersiapkan pembunuhan, dia menunggu hingga pukul 01.00 dini hari ketika pemeriksaan sel terakhir dilakukan.

Saat dia yakin Williams sudah tidur, Patterson menariknya dari ranjang kemudian menganiaya hingga pria tua itu tak bergerak lagi.

Patterson, terpidana kasus perampokan, kini sedang menjalani hukuman penjara seumur hidup setelah membunuh Scott Collinsworth, sesama narapidana, di LP Apalachee.

Kini, dia menghadapi tuntutan melakukan pembunuhan tingkat pertama dan akan dihadapkan ke pengadilan pada April.

Baca juga: FBI Selamatkan 84 Anak yang Akan Dijual ke Paedofil

Sementara Williams dipenjara karena mencoba melecehkan seorang bocah laki-laki berusia sembilan tahun di dalam mobilnya.

Namun, 10 hari sebelum kematiannya, Williams dinyatakan mengalami gangguan kejiwaan dan tengah menunggu pemindahan ke rumah sakit jiwa.


EditorErvan Hardoko
Komentar

Terkini Lainnya

Elektabilitas Jokowi Turun, PDI-P Akui Sektor Ekonomi Belum Optimal

Elektabilitas Jokowi Turun, PDI-P Akui Sektor Ekonomi Belum Optimal

Nasional
Dituding Penyebab Banjir, PGE Membantah dan Mengaku Juga Jadi Korban

Dituding Penyebab Banjir, PGE Membantah dan Mengaku Juga Jadi Korban

Regional
Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Internasional
Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Megapolitan
Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Nasional
Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Regional
Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Regional
Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Regional
Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Nasional
Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Megapolitan
Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Internasional
'Underpass' Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

"Underpass" Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

Megapolitan
Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Internasional
Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Regional
Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Nasional

Close Ads X