Nama Putri Saddam Hussein Masuk Daftar Buronan Irak - Kompas.com

Nama Putri Saddam Hussein Masuk Daftar Buronan Irak

Kompas.com - 05/02/2018, 09:05 WIB
Raghad, putri mantan presiden Saddam Hussein. (AFP/Khaled Fazaa) Raghad, putri mantan presiden Saddam Hussein. (AFP/Khaled Fazaa)


BAGHDAD, KOMPAS.com - Pasukan keamanan Irak pada Minggu (4/2/2018) menerbitkan 60 nama buronan karena dicurigai terlibat dalam kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah, Al Qaeda, dan Partai Baath.

Partai Baath merupakan partai yang pernah dipimpun oleh mendiang diktator Irak, Saddam Hussein.

Dilansir dari AFP, daftar nama buronan tersebut juga mencantumkan nama putri Saddam, Raghad, yang saat ini tinggal di Yordania.

Daftar tersebut berisi nama dari 28 anggota ISIS, 12 anggota Al Qaeda, dan 20 anggota Partai Baath. Selain nama, daftar juga memuat rincian peran mereka dalam masing-masing organisasi.

Baca juga : Darboune, Gang Tersempit di Arab Ini Ada di Irak

Semua orang yang masuk daftar merupakan penduduk Irak, kecuali Maan Bashour, seorang pria Lebanon yang dituduh merekrut sesama warga untuk berperang di Irak.

"Ini cerita lama yang berawal dari invasi orang Amerika ke Irak saat kami menjadi pendukung perlawanan Irak," kata Bashour kepada AFP.

"Ya, kami melakukan aktivitas untuk melawan pendudukan Amerika Serikat," tambahnya.

Nama pimpinan ISIS yang sulit ditangkap, Abu Bakr Al Baghdadi justru tidak masuk dalam daftar. Seorang pejabat keamanan senior Irak yang enggan disebutkan namanya menolak untuk menjelaskan alasannya.

"Daftar itu memuat teroris yang paling dicari oleh otoritas kehakiman dan pasukan keamanan," katanya.

Baca juga : Koalisi AS Tidak Sengaja Serang Pasukan Irak, 8 Orang Tewas

Anggota ISIS yang masuk dalam daftar adalah mereka yang terlibat dalam pertempuran di Mosul dan provinsi sekitarnya seperti Niniwe, Kirkuk, Diyala, dan Anba.

ISIS merebut sepertiga wilayah Irak dalam pemberontakan pada 2014. Namun, berhasil dipukul mundur olehg pasukan keamanan yang didukung oleh koalisi pimpinan AS.

Anggota ISIS yang masuk daftar buronan juga dituduh melakukan pembunuhan, pemboman, serangan terhadap pasukan keamanan, kejahatan keuangan, dan pengangkutan senjata.

Nama mantan perwira organisasi paramiliter Saddam, Fawaz Mohammad Mutlaq, yang menjadi anggota dewan militer ISIS juga masuk ke dalam daftar buronan.


EditorVeronika Yasinta
SumberAFP
Komentar

Terkini Lainnya

Elektabilitas Jokowi Turun, PDI-P Akui Sektor Ekonomi Belum Optimal

Elektabilitas Jokowi Turun, PDI-P Akui Sektor Ekonomi Belum Optimal

Nasional
Dituding Penyebab Banjir, PGE Membantah dan Mengaku Juga Jadi Korban

Dituding Penyebab Banjir, PGE Membantah dan Mengaku Juga Jadi Korban

Regional
Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Internasional
Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Megapolitan
Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Nasional
Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Regional
Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Regional
Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Regional
Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Nasional
Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Megapolitan
Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Internasional
'Underpass' Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

"Underpass" Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

Megapolitan
Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Internasional
Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Regional
Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Nasional

Close Ads X