Bantu Rakyat Yaman, Saudi Transfer Dana Rp 26 Triliun - Kompas.com

Bantu Rakyat Yaman, Saudi Transfer Dana Rp 26 Triliun

Kompas.com - 17/01/2018, 20:53 WIB
Lebih dari 10.000 penduduk Yaman tewas sejak Arab Saudi melakukan intervensi dalam perang melawan kelompok Houthi. (Al Masirah via Al Jazeera)
 Lebih dari 10.000 penduduk Yaman tewas sejak Arab Saudi melakukan intervensi dalam perang melawan kelompok Houthi. (Al Masirah via Al Jazeera)

SANA'A, KOMPAS.com - Pemerintah Arab Saudi menyatakan bakal segera mengirim dana sebesar 2 miliar dolar Amerika Serikat (AS), atau sekitar Rp 26,7 triliun.

Deutsche Welle melansir Rabu (17/1/2018), keputusan Riyadh muncul setelah Presiden Abd-Rabbo Mansour Hadi dan Perdana Menteri Ahmed Obeid bin Daghr meminta bantuan kepada komunitas internasional.

Kedua pemimpin itu berkata, ekonomi Yaman tengah kolaps akibat konflik yang pecah sejak 2014.

Kurs riyal Yaman dalam perdagangan Selasa (16/1/2018) menyentuh angka 500 per dolar AS.

Selain itu, seperti dikutip kantor berita AFP, badan kemanusiaan PBB yang mengurusi Yaman melansir 22,2 juta rakyat Yaman butuh bantuan kemanusiaan.

Baca juga : Dilanda Perang, Wabah Kolera Serang Hampir 1 Juta Orang di Yaman

Jumlah tersebut merupakan 76 persen dari total populasi Yaman yang mencapai 29 juta jiwa.

8,4 juta orang di antaranya berada dalam kondisi darurat kelaparan. Jumlah itu naik 1,5 juta orang dalam enam bulan terakhir.

Dalam pernyataan Kementerian Dalam Negeri, Raja Salman bin Abdulaziz telah memerintahkan dana tersebut segera ditransfer sebagai bentuk dukungan Saudi kepada rakyat Yaman.

"Uang tersebut dipergunakan untuk menghadapi situasi ekonomi yang tak menentu sebagai akibat aksi kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran," demikian pernyataan kementerian.

Sumber di Saudi melanjutkan, uang tersebut merupakan hibah, bukan pinjaman. "Jadi, pemerintah Yaman tidak berkewajiban untuk mengembalikannya," ujar sumber tersebut.

Sejak konflik pecah, Houthi menguasai utara Yaman, termasuk ibu kota Sana'a.

Sementara pemerintahan Hadi yang diakui komunitas internasional menguasai kawasan selatan dengan Aden menjadi pusat pemerintahan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melansir sejak Saudi beserta sekutunya melakukan intervensi pada 2015, hampir 10.000 orang tewas, dan 49.960 cedera.

Konflik itu turut menimbulkan wabah kolera yang diperkirakan menewaskan 2.219 orang sejak April lalu.

Baca juga : Sempat Diblokade, Kapal Pengangkut Bantuan Makanan Tiba di Yaman


EditorArdi Priyatno Utomo
Komentar

Close Ads X