Ekuador Naturalisasi Pendiri WikiLeaks - Kompas.com

Ekuador Naturalisasi Pendiri WikiLeaks

Ardi Priyatno Utomo
Kompas.com - 12/01/2018, 09:21 WIB
Kejaksaan Swedia menyatakan siap memeriksa pendiri Wikileaks, Julian Assange, dalam kasus dugaan pemerkosaan. BBC Kejaksaan Swedia menyatakan siap memeriksa pendiri Wikileaks, Julian Assange, dalam kasus dugaan pemerkosaan.

LONDON, KOMPAS.com — Pemerintah Ekuador mengumumkan telah mengabulkan status kewarganegaraan yang diajukan pendiri situs non-profit independen WikiLeaks, Julian Assange.

Menteri Luar Negeri Maria Fernanda Espinosa menyatakan, persetujuan permintaan warga negara dari Assange terjadi pada Desember 2017.

Assange diketahui bersembunyi di Kedubes Ekuador di London, Inggris, sejak 19 Juni 2012.

Sebelum memproses pengajuan proses naturalisasi, Assange terlebih dahulu mengajukan suaka politik ke pihak Ekuador.

Baca juga: WikiLeaks Bocorkan Isi Buku Kontroversial tentang Trump

Saat itu, Assange bersembunyi di sana setelah Swedia menudingnya telah melakukan kekerasan seksual.

Pengadilan Swedia memang telah menutup kasusnya 19 Mei 2017. Namun, Assange tetap memilih di Kedubes Ekuador.

Sebab, jika keluar, dia bakal ditangkap polisi London dengan tuduhan mangkir dari panggilan sidang setelah bebas dengan jaminan dari Amerika Serikat.

"Apa yang status naturalisasi berikan adalah perlindungan bagi para pencari suaka," kata Espinosa dilansir dari ABC News, Jumat (12/1/2018).

Espinosa berujar, pemerintah kini tengah berusaha memasukkan Assange sebagai bagian dari tim diplomatik mereka.

Berdasarkan Konvensi Vienna tentang Hubungan Diplomatik 1961, hak yang diterima Assange jika menjadi anggota tim diplomatik adalah perlindungan di jalan dan imunitas hukum.

Namun, keinginan Ekuador memasukkan Assange bakal menemui jalan terjal.

Sebab, Kementerian Luar Negeri Inggris sudah menyatakan tidak akan mengakui status diplomatik Assange.

"Ekuador tentunya sudah paham bahwa jalan satu-satunya bagi isu ini adalah Assange meninggalkan kedutaan dan dengan jantan menghadapi persidangan," ujar kementerian dalam pernyataan resminya.

Assange menjadi buronan nomor satu AS setelah WikiLeaks membocorkan ribuan kawat diplomatik dan dokumen rahasia tentang perang Afghanistan di 2010.

Informasi tersebut didapat Assange dari Chelsea Manning, mantan staf militer yang ditempatkan di Irak.

Baca juga: Kasus Dugaan Pemerkosaan Dicabut, Julian Assange Klaim Menang

PenulisArdi Priyatno Utomo
EditorArdi Priyatno Utomo
SumberABCNews
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM