Trump: Saya Mungkin Punya Hubungan Baik dengan Kim Jong Un - Kompas.com

Trump: Saya Mungkin Punya Hubungan Baik dengan Kim Jong Un

Veronika Yasinta
Kompas.com - 12/01/2018, 08:09 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan). (AFP/Nicholas Kamm/KCNA Via KNS) Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan). (AFP/Nicholas Kamm/KCNA Via KNS)


WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kemungkinan adanya hubungan baik antara dirinya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Pernyataannya itu disampaikan pada Kamis (11/1/2018), dalam sebuah wawancara dengan The Wall Street Journal.

Padahal, sebelumnya Trump kerap memberikan umpatan dan kekesalan terhadap Kim dengan menyebutnya sebagai "orang gila" dan "pria roket kecil".

"Saya mungkin memiliki hubungan sangat baik dengan Kim Jong Un," katanya.

Baca juga : Trump Nyatakan Siap Berdialog dengan Kim Jong Un

"Saya punya banyak hubungan dengan orang-orang," tambahnya.

Kim pernah memperingatkan Trump tentang pengembangan senjata nuklir Korut yang mampu menjangkau wilayah daratan AS.

Saat ditanya apakah dia pernah berbicara dengan Kim, Trump tidak ingin berkomentar.

"Saya tidak ingin berkomentar. Saya tidak akan bilang apakah pernah atau tidak," ucapnya.

Pada November 2017 saat berkunjung ke Vietnam, Trump menyatakan adanya pertemanan dengan Kim merupakan hal aneh. Namun, sangat mungkin untuk bisa menjadi kenyataan.

Baca juga : Tidak Merokok & Suka Junk Food, Bagaimana Prediksi Tes Medis Trump?

Dalam pidatonya pekan lalu, Kim mengatakan jika tombol nuklir selalu tersedia di atas mejanya.

Trump membalasnya melalui Twitter dengan menyebutkan keberadaan tombol nuklir di tangannya yang lebih besar dan dapat bekerja.

Wawancara dengan The Wall Street Journal, Trump menyatakan berbagai komentarnya di Twitter merupakan salah satu strategi yang lebih luas.

Baca juga : Fokus Olimpiade Musim Dingin, Korsel-AS Sepakat Tunda Latihan Gabungan

Dia juga mengatakan keputusan AS dan Korea Selatan untuk menunda latihan gabungan militer sampai selesainya Olimpiade Musim Dingin 2018 justru mengirim pesan baik kepada Korea Utara.

Korea Utara dan Korea Selatan telah melakukan pertemuan pertama setelah dua tahun, pada Selasa (9/1/2018). Keesokan harinya, Trump menegaskan AS bersedia berbicara dengan Korea Utara dalam situasi yang tepat.

PenulisVeronika Yasinta
EditorVeronika Yasinta
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM