Wajah Dewasa Hamza bin Laden, Pewaris Al-Qaeda, Terungkap - Kompas.com

Wajah Dewasa Hamza bin Laden, Pewaris Al-Qaeda, Terungkap

Ervan Hardoko
Kompas.com - 08/01/2018, 16:29 WIB
Hamza bin Laden diperkirakan lahir di Jeddah, Arab Saudi, pada 1989. AFP PHOTO Hamza bin Laden diperkirakan lahir di Jeddah, Arab Saudi, pada 1989.

TEHERAN, KOMPAS.com - Serangkain foto yang menampilkan putra Osama bin Laden, Hamza bersama saudara-saudaranya di Iran diperoleh stasiun televisi Al-Arabiya.

Serangkaian foto itu mengungkap wajah pewaris kelompok Al-Qaeda itu setelah organisasi itu berusaha keras merahasiakannya.

Selama ini, Al-Qaeda hanya merilis suara Hamza bin Laden tetapi belum sekalipun memperlihatkan wajahnya.

Foto itu menampilkan tiga putra Osama bin Laden yaitu Mohammad, Laden, dan Hamza sebelum ketiganya berpisah dan meninggalkan Iran pada 2009.

Baca juga : Osama bin Laden Ternyata Hobi Nonton Film Kartun Disney

Laden kemudian bergabung demngan saudarinya Eman serta sang ibu di Suriah. Sementara Mohammad, dikeluarkan Osama dari Waziristan setelah pengeboman AS semakin sering.

Mohammad kemudian menujuk beberapa kota lain di Pakistan sebelum kemudian dibantu untuk mencapai Peshawar.

Sementara Hamza dan istrinya, Khairiah Sabar diminta tinggal bersama sang ayah di Abbottabad, Pakistan setelah meninggalkan Iran.

Setelah sempat tinggal di Waziristan selama beberapa lama, Osama memerintahkan Hamza unytuk pergi Balochistan sebelum menuju ke Sindh hingga tiba dengan selamat di Abbottabad.

Osama bin Laden semasa hidupnya dan putranya, Hamza bin Laden. Keduanya duduk di depan peta Teluk Arab.news.com.au Osama bin Laden semasa hidupnya dan putranya, Hamza bin Laden. Keduanya duduk di depan peta Teluk Arab.
Osama meminta Hamza, yang menggunakan nama samarah Ahmad Khan selama perjalanannya, untuk menghubungi orang kepercayaannya di Peshawar.

Hamza lalu tinggal bersama orang itu di kota Peshawar hingga Osama mendapatkan rumah lain yang jaraknya lebih dekat dengan kediamannya.

Osama kemudian meminta Hamza segera meninggalkan Waziristan pada 2010 dan menggunakan kartu identitas palsu selama perjalanan.

Baca juga : Osama Bin Laden Simpan Kartun Tom & Jerry di Komputernya

Osama memang mempersiapkan Hamza untuk mewarisi tampuk kepemimpinan Al-Qaeda sejak dia masih tinggal di Iran.

Teman-teman Osama menjadi mentor Hamza selama berada di Iran antara lain Atiyahallah al-Libbi, Saif al-Adel, dan Abu Hafs al-Mauritani.

Sementara Abu Ghaith, juru bicara Al-Qaeda yang juga menantu Osama, mengajari Hamza cara berbicara di hadapan publik serta Abu Mohammed al-Masri mengajarkan sejarah bagi Hamza.

Hamza terpilih sebagai penerus Osama karena perilakunya yang lembut dan ketaatannya. Demikian disampaikan Atiyahallah dalam sebuah surat.

Baca juga : Putra Osama Ancam Balas Dendam Kematian Ayahnya

Hamza amat berbeda dengan Saad, juga putra Osama, yang tewas akibat serangan drone AS di Waziristan setelah meninggalkan Iran.

Saad tewas karena sifatnya yang impulsif dan kerap menolak mengikuti instruksi dari orang lain.


PenulisErvan Hardoko
EditorErvan Hardoko
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM