7 Tahun Direstorasi, Turki Kembali Buka Gereja Ikonik di Istanbul - Kompas.com

7 Tahun Direstorasi, Turki Kembali Buka Gereja Ikonik di Istanbul

Veronika Yasinta
Kompas.com - 08/01/2018, 10:58 WIB
Perempuan mengenakan kostum tradisional Bulgaria berpose di depan Gereja St Stephen Bulgaria, yang juga dikenal sebagai Gereja Besi, setelah peresmian pembukaan kembali, di Istanbul, Minggu (7/1/2018). (AFP/Ozan Kose) Perempuan mengenakan kostum tradisional Bulgaria berpose di depan Gereja St Stephen Bulgaria, yang juga dikenal sebagai Gereja Besi, setelah peresmian pembukaan kembali, di Istanbul, Minggu (7/1/2018). (AFP/Ozan Kose)


ISTANBUL, KOMPAS.com - Pemerintah Turki dan Bulgaria pada Minggu (8/1/2018) membuka kembali Gereja St Stephen di Istanbul, setelah 7 tahun direstorasi.

AFP melaporkan pembukaan gereja ikonik itu menjadi isyarat keselarasan dalam hubungan kedua negara tetangga.

Gereja Ortodoks Bulgaria di Balat, sebuah lingkungan Istanbul yang bersejarah di tepi Tanduk Emas yang secara tradisional merupakan rumah bagi umat Kristen dan Yahudi.

Gereja yang dibangun pada 1898 tersebut sebagian mengalami kehancuran setelah dilalap api.

Terbuat dari besi tuang, hiasan ikonik bangunan ini membuat rumah ibadah tersebut berjuluk "Gereja Besi".

Baca juga : Sebut Anak 9 Tahun Boleh Menikah, Badan Urusan Agama Turki Dikecam

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang menyambut Perdana Menteri Bulgaria Boyko Borisov, seakan menghapus tuduhan pemerintahannya tidak cukup berupaya melindungi hak kelompok minoritas.

Bulgaria memiliki wilayah perbatasan dengan Turki sepanjang 270 km.

"Istanbul menunjukkan kepada seluruh dunia, kota ini merupakan tempat berbagai agama dan budaya hidup berdampingan secara damai," katanya.

Dia mengatakan negara merupakan bagian dari upaya untuk menjaga kebebasan beribadan bagi semua orang, terlepas dari agama atau etnis.

Baca juga : Presiden Turki dan Suriah Saling Tuduh sebagai Teroris

"Anda bebas mempraktikkan agama Anda dan Anda berada di bawah perlindungan kami," ujarnya.

Borisov meyakini seluruh Eropa dan Balkan akan melihat toleransi di Turki.

"Hari ini adalah simbolisme terhadap Eropa. Turki adalah tetangga terbesar Uni Eropa, dengan tentara terbesar di Eropa," katanya.

"Kita harus membuat 2018 sebagai tahun normalisasi antara Unie Eropa dan Turki," tambahnya.

Foto ini dirilis oleh kantor pers presiden Turki pada Minggu (7/1/2018) di Istanbul, menunjukkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Bulgaria Boyko Borisov (kiri). (AFP) Foto ini dirilis oleh kantor pers presiden Turki pada Minggu (7/1/2018) di Istanbul, menunjukkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Bulgaria Boyko Borisov (kiri). (AFP)

Timbal balik

Bulgaria dan Turki mendanai restorasi Gereja St Stephen senilai 15 juta lira atau sekitar Rp 53,8 miliar.

Elemen besi di gereja tersebut diproduksi di Austria pada abad ke-19, dan dikirim ke Istanbul melalui Danube dan Laut Hitam.

Vasil Liaze, ketua yayasan pengawas gereja, pemulihan kembali gereja merupakan hasil dari kerja sama timbal balik. Bulgaria menyetujui pembukaan kembali Masjid Cuma di Plovdiv.

Erdogan berharap pembukaan kembali gereja St Stephen akan menjadi inspirasi bagi kerja sama di masa depan dengan Bulgaria.

Dia menegaskan dengan reformasi undang-undang, kelompok minoritas diperbolehkan untuk membeli dan merenovasi properti mereka.

PenulisVeronika Yasinta
EditorVeronika Yasinta
SumberAFP
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM