Kerja 18 Jam Tanpa Istirahat, Dokter di China Meninggal - Kompas.com

Kerja 18 Jam Tanpa Istirahat, Dokter di China Meninggal

Ervan Hardoko
Kompas.com - 04/01/2018, 14:42 WIB
Ilustrasi dokteripopba Ilustrasi dokter

BEIJING, KOMPAS.com — Seorang dokter di China dikabarkan bekerja tanpa henti selama 18 jam sebelum terkena stroke dan meninggal.

Spesialis penyakit pernapasan Zhao Bianxiang ditemukan tergeletak tak sadarkan diri di RS Distrik Yuci, kota Jinzhong, Provinsi Shanxi, China, 29 Desember lalu.

Perempuan berusia 43 tahun itu adalah wakil kepala bagian penyakit pernapasan di rumah sakit itu.

Dokter Zhao dinyatakan meninggal akibat mengalami pendarahan di otaknya. Demikian disampaikan pihak rumah sakit.

Baca juga: Dokter Meninggal Setelah Kerja 24 Jam Nonstop

Sejauh ini belum diketahui pasti penyebab Zhao terserang stroke. Namun, para koleganya mengatakan, sang dokter memang dikenal "gila kerja" yang selalu mengutamakan pekerjaan daripada kehidupan pribadi.

Sebelum tak sadarkan diri, Zhao mengunjungi seorang pasien dan menanyakan kondisi pasien tersebut kepada sang putri pasien itu.

Zhao diyakini ambruk sekitar tengah malam. Sebelumnya dia mulai bekerja pada pukul 18.00 sehari sebelumnya dan tak terlihat beristirahat.

Demikian kesaksian seorang kolega Zhao seperti dikutip harian Shanxi Evening News.

"Di musim dingin, sebagian besar pasien adalah anak-anak dan penderita gangguan pernapasan. Para dokter biasanya kewalahan menangani semua itu," ujar seorang kolega Zhao.

Dokter Zhao kemudian dinyatakan meninggal pada 30 Desember 2017 pukul 07.16 waktu setempat. Di saat terakhirnya, Zhao didampingi kedua orangtuanya yang sudah berusia 80-an tahun.

Baca juga: Terlalu Lelah Bekerja, Model Rusia Berusia 14 Tahun Meninggal

PenulisErvan Hardoko
EditorErvan Hardoko
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM