Kim Jong Un Ajak Korsel Berdialog - Kompas.com

Kim Jong Un Ajak Korsel Berdialog

Ardi Priyatno Utomo
Kompas.com - 01/01/2018, 16:35 WIB
Sebuah foto tanpa tanggal yang dirilis KCNA pada 3 Desember 2017 memperlihatkan pemimpin Korea Utara, Kim jong Un, mengunjungi pabrik produksi ban.KCNA VIA KNS/AFP Sebuah foto tanpa tanggal yang dirilis KCNA pada 3 Desember 2017 memperlihatkan pemimpin Korea Utara, Kim jong Un, mengunjungi pabrik produksi ban.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara ( Korut), Kim Jong Un, menegaskan siap membuka pintu dialog dengan tetangganya, Korea Selatan ( Korsel).

Dalam pandangan Kim, baik Utara maupun Selatan harus mengesampingkan masal lalu dan meningkatkan relasi dalam usaha melakukan reunifikasi.

"Masing-masing harus menurunkan ketegangan di kalangan militer demi tercapainya kedamaian di Semenanjung Korea," ujar Kim dalam pidato Tahun Baru dikutip AFP Senin (1/1/2018).

Sebagai bentuk keseriusan ucapannya, Kim siap mengirimkan delegasi untuk mengikuti Olimpiade Musim Dingin di Pyengchang 9-25 Februari 2018.

"Saya sendiri berharap perhelatan olimpiade berjalan dengan sukses," tukas Kim.

Baca juga : Kim Jong Un Serukan Korut Produksi Massal Senjata Nuklir

Sejatinya, Korut memiliki atlet andalan di cabang olahraga figure skating melalui pasangan Ryom Tae Ok dan Kim Ju Sik.

Namun, Komite Olimpiade Korut terlambat mendaftarkan keduanya via Persatuan Skating Internasional (ISU).

Kans Ryom/Kim masih terbuka jika Dewan Olimpiade Internasional (IOC) memberikan wild card.

Tawaran dialog Kim mendapat tanggapan dari kantor kepresidenan Korsel.

"Jika perhelatan olimpiade musim dingin berjalan sukses, hal ini tidak hanya berdampak pada perdamaian di Semenanjung Korea, namun juga dunia," demikian keterangan Gedung Biru, julukan kantor presiden Korsel.

Sebelumnya, hubungan Korut dengan Korsel berjalan dengan kurang baik.

Itu terjadi setelah rezim Kim melakukan pengembangan senjata nuklir dan rudal balistik antar-benua (ICBM).

Yang pertama adalah 3 September, saat dia mencoba bom nuklir terbaru, bom hidrogen, di situs Punggye-ri.

Kemudian tes senjata Korut yang kedua adalah peluncuran ICBM Hwasong-15 pada 29 November.

ICBM yang bisa dipasang hulu ledak nuklir tersebut diklaim mampu menjangkau seluruh daratan Amerika Serikat.

Baca juga : 2017, Kemunculan Kim Jong Un ke Publik Turun 30 Persen

PenulisArdi Priyatno Utomo
EditorArdi Priyatno Utomo
SumberAFP
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM