Berniat Maju Pilpres, Kolonel di Mesir Dipenjara 6 Tahun - Kompas.com

Berniat Maju Pilpres, Kolonel di Mesir Dipenjara 6 Tahun

Ardi Priyatno Utomo
Kompas.com - 21/12/2017, 14:46 WIB
Gambar Kolonel Ahmed Konsowa ketika mencalonkan diri sebagai presiden. Konsowa kini harus mendekam di balik jeruji selama enam tahun karena dianggap melanggar kode etik kemiliteranScreengrab from YouTube Gambar Kolonel Ahmed Konsowa ketika mencalonkan diri sebagai presiden. Konsowa kini harus mendekam di balik jeruji selama enam tahun karena dianggap melanggar kode etik kemiliteran

KAIRO, KOMPAS.com - Seorang kolonel di Mesir dijebloskan ke penjara setelah dia mengumumkan keinginannya maju ke dalam pemilihan presiden 2018.

November lalu, Kolonel Ahmed Konsowa mengumumkan bahwa dia bakal menjadi kandidat presiden.

"Saya dengan bangga mengumumkan berniat memecah kebuntuan politik dengan maju pada pilpres 2018," ucap Konsowa dalam video berdurasi 22 menit.

Dalam video tersebut, meski tidak menyebut Presiden Abdel Fatah al-Sisi, Konsowa mengkritik pemerintahan sekarang yang abai terhadap pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

"Mesir tidak bisa menunggu terlalu lama untuk mengikuti perkembangan dunia, dan meningkatkan kepedulian akan hak asasi," ujar Konsowa dalam pernyataannya.

Baca juga : Mesir Berjuang Melawan Malapetaka Lonjakan Populasi

Namun, pasca-video pengumuman itu beredar, Konsowa langsung ditangkap oleh polisi militer Mesir 4 Desember lalu.

Setelah ditahan dan diinterogasi selama 15 hari, Rabu (20/12/2017), pengadilan menjatuhkan vonis penjara enam tahun kepada Konsowa.

Pengacara Konsowa, Asad Haykal, dilansir AFP via Al Jazeera menuturkan, kliennya dianggap melanggar kode etik ketentaraan.

"Seorang tentara dilarang untuk terlibat di politik sepanjang dia masih aktif berdinas," ujar Haykal.

Dalam pernyataannya, Konsowa mengaku kecewa dengan sidang yang dianggapnya tidak adil tersebut.

"Saya berjuang selama 3,5 tahun hanya untuk mendapatkan hak konstitusi saya untuk maju ke dalam pemilihan presiden," tutur Konsowa.

Baca juga : Universitas Amerika di Mesir Cabut Larangan Cadar di Kampus

Anti-tesis Sisi
Seorang pengamat politik yang merahasiakan identitasnya yakin, Konsowa ditahan karena dia dianggap bakal menjadi sosok yang lebih populer dari Sisi.

"Konsowa itu seperti anti-tesis Sisi," kata pengamat tersebut.

Konsowa, dalam pengamat anonim itu, adalah pribadi yang pintar, berbudi luhur, berpendidikan tinggi, dan sangat mendukung revolusi 25 Januari. "Adanya Konsowa sangat tidak disukai oleh rezim Mesir sekarang," bebernya.

Selain Konsowa, tokoh lain yang bermaksud menjadi penantang Sisi di panggung pilpres adalah mantan perdana menteri Ahmed Shafik, dan pengacara yang tengah menonjol, Khaled Ali.

Pengamat itu melanjutkan, Sisi tidak menyukai jika ada penantang dalam pilpres yang bakal digelar Maret atau April.

Karena itu, dia berusaha untuk menyingkirkan para pesaingnya.

Setelah Konsowa dipenjara, Shafik dilaporkan tidak bisa meninggalkan Uni Emirat Arab (UEA) pasca-pencalonannya 29n November.

"Sampai sekarang, saya tidak mengetahui penyebab pencekalan saya," keluh Shafik.

Baca juga : Jelang Natal, Mesir Naikkan Tingkat Keamanan di Gereja

PenulisArdi Priyatno Utomo
EditorArdi Priyatno Utomo
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM